PURWOKERTO, KOMPAS.TV- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperluas radius aman di sekitar kawah puncak Gunung Slamet di Jawa Tengah, dari dua kilometer menjadi tiga kilometer menyusul peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Slamet Muhammad Rusdi mengatakan, keputusan tertuang dalam Laporan Khusus Nomor 631.Lap/GL.03/BGL/2026 tentang Perubahan Jarak Rekomendasi Gunungapi Slamet tertanggal 4 April 2026.
“Dari hasil pemantauan tersebut terindikasi adanya kenaikan suhu yang cukup signifikan di area kawah,” kata Rusdi seperti dikutip dari Antara, Sabtu (4/4).
Baca Juga: Status Waspada! Gunung Api Dukono Erupsi, Kolom Asap Capai 4.000 Meter | SAPA PAGI
Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas Gunung Slamet mulai terdeteksi sejak akhir Maret 2026 yang diawali dengan kemunculan gempa berpola.
Pemantauan kemudian diperkuat melalui pengamatan citra udara menggunakan drone.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyebutkan, peningkatan aktivitas juga terlihat dari perubahan visual dan data instrumental.
Salah satu indikasinya adalah embusan gas berwarna putih setinggi sekitar 300 meter di atas kawah yang teramati sejak 3 April 2026.
"Kondisi ini menunjukkan adanya aktivitas degassing atau pelepasan gas magmatik dari dalam gunung," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Waspada Banjir Pesisir Jakarta 5–9 April 2026, BMKG Ingatkan Potensi Rob saat Purnama
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- gunung slamet
- pvmbg
- batas aman kawah slamet
- kawah gunung slamet
- aktivitas vulkanik gunung slamet
- gunung slamet erupsi


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)


