Empat astronaut terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan satu astronaut Canadian Space Agency, Jeremy Hansen, resmi meluncur menuju Bulan dalam misi Artemis II pada Selasa. Menariknya, publik kini bisa mengikuti perjalanan ini secara real-time melalui sistem pelacakan milik NASA.
Pada Kamis, 2 April pukul 19.49 waktu EDT, para astronaut melakukan manuver penting bernama trans-lunar injection. Dalam tahap ini, mesin utama dinyalakan selama 5 menit 50 detik untuk mendorong wahana keluar dari orbit Bumi dan mengarah ke Bulan.
Dalam momen bersejarah ini, Victor Glover menjadi orang kulit hitam pertama, sementara Christina Koch menjadi perempuan pertama yang mencapai jarak sejauh itu dari Bumi. Perjalanan selama 10 hari ini akan membawa mereka melampaui jarak yang pernah ditempuh misi sebelumnya di sekitar Bulan. Para astronaut bahkan akan menyaksikan bagian sisi jauh Bulan yang belum pernah dilihat manusia secara langsung.
Salah satu fitur menarik dari misi ini adalah sistem pelacakan bernama Artemis Real-time Orbit Website (AROW). Melalui visualisasi yang disajikan, pengguna bisa melihat bahwa wahana Orion spacecraft tidak langsung menuju posisi Bulan saat ini. Sebaliknya, Orion diarahkan ke posisi Bulan beberapa hari ke depan, titik di mana wahana akan memasuki orbit lunar.
AROW dapat diakses melalui situs resmi maupun aplikasi NASA. Kamu bisa mengaksesnya dengan mengklik tautan ini. Versi mobile bahkan dilengkapi fitur augmented reality (AR), sehingga pengguna bisa melihat posisi Orion seolah-olah berada di dekat wahana tersebut.
NASA juga menyediakan data ephemeris, yakni tabel berisi posisi, kecepatan, dan lintasan Orion. Data ini bisa digunakan bersama teleskop modern yang mampu secara otomatis mengarahkan pandangan ke objek di langit tanpa perlu perhitungan manual.
Artemis II menjadi misi berawak pertama ke ruang angkasa dalam (deep space) sejak Apollo 17 pada 1972. Ke depan, NASA telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan. Misi Artemis III dijadwalkan melakukan uji coba di orbit rendah Bumi menggunakan wahana Bulan buatan swasta, seperti SpaceX Starship dan Blue Moon.
Selanjutnya, pada 2028, NASA menargetkan dua pendaratan Bulan melalui Artemis IV dan Artemis V. Bersamaan dengan itu, badan antariksa tersebut juga mulai membangun fondasi awal untuk pangkalan permanen di Bulan.
Dengan teknologi canggih dan ambisi besar, Artemis II menjadi tonggak penting dalam upaya manusia kembali menjelajahi Bulan, dan membuka jalan menuju eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh.




