Bisnis.com, JAKARTA – Selepas membukukan kinerja yang solid sepanjang tahun lalu, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menyiapkan sederet strategi pada tahun ini untuk memastikan kinerja bertumbuh dapat terjadi secara berkelanjutan.
Direktur Utama Blue Bird, Andre Djokosoetono, menerangkan kinerja solid Blue Bird di 2025 tidak lepas dari upaya investasi berkelanjutan yang telah dilakukan perseroan sepanjang tahun lalu. Beberapa strategi seperti penambahan armada hingga optimalisasi aplikasi, dinilai telah menjadi mesin pendorong kinerja solid perseroan tahun lalu.
“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital. Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan mobility as a service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda,” kata Andre dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (5/4/2026).
Adapun, sepanjang 2025, Blue Bird mencatatkan penambahan sedikitnya 1.800 armada baru, yang kini membut total armada perseroan mencapai lebih dari 26.000 unit termasuk armada kendaraan listrik. Eskapnsi jaringan operasional juga dilakukan perseroan melalui peningkatan jumlah pool menjadi 58 lokasi dan perluasan pangkalan yang kini mencapai sedikitnya 1.300 titik di berbagai kota di Indonesia.
Dari sisi digital, aplikasi MyBluebird disebut telah mencatatkan peningkatan pengguna lebih dari 30% dengan kontribusi pemesanan melalui aplikasi kini telah mencapai 40% dari total transaksi. Belum lagi, fitur fixed price juga mencatatkan pertumbuhan pengguna hingga 2 kali lipat.
”Kinerja ini juga menunjukkan bahwa perseroan tidak hanya berhasil beradaptasi di tengah disrupsi industri, tetapi juga mampu tumbuh melampaui capaian pada era sebelum kehadiran ride-hailing, melalui konsistensi kualitas layanan sebagai fondasi utama bisnis,” katanya.
Baca Juga
- Blue Bird (BIRD) Cetak Laba Bersih Rp635,8 Miliar Sepanjang 2025
- Punya 700 Mobil Listrik, Blue Bird (BIRD) Siap Ngebut Tambah Armada Tahun Ini
- Kuda-Kuda Blue Bird (BIRD) Hadapi Persaingan Taksi Vietnam Xanh SM
Menjalani 2026, BIRD bakal lebih berfokus mempercepat pengembangan bisnis melalui ekspansi yang lebih adaptif ke kota-kota strategis, sekaligus memperkuat ekosistem layanan sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.
Andre turut menerangkan bahwa pihaknya akan mengembangkan model layanan yang lebih fleksibel untuk menjangkau spektrum kebutuhan pelanggan yang kian luas, dengan tetap mempertahankan standar keamanan dan kenyamanan ala BIRD. Strategi ini disebut tidak berfokus pada kompetisi harga, melainkan pada perluasan relevansi layanan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi. Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Andre.
Melalui kapabilitas yang telah dibangun, BIRD juga akan secara konsisten mendorong penciptaan demand baru melalui optimalissi berbagai saluran distribusi, baik melalui kanal digital milik sendiri, maupun kemitraan yang diperluas melalui platform digital dan titik layanan di lokasi strategis.
Kinerja 2025Berdasarkan laporan keuangannya, BIRD membukukan pendapatan neto sebesar Rp5,7 triliun sepanjang 2025. Pendapatan ini naik 13,20% secara tahunan dari Rp5,03 triliun pada 2024.
Pendapatan ini diperoleh dari pendapatan taksi sebesar Rp3,99 triliun, dan pendapatan non-taksi sebesar Rp1,71 triliun pada tahun 2025.
Sementara itu, beban langsung BIRD naik 14,09% secara tahunan dari Rp3,41 triliun pada 2024, menjadi Rp3,89 triliun pada 2025. Meski beban pokok meningkat, laba bruto BIRD tercatat naik 11,35% menjadi Rp1,81 triliun pada 2025.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, laba bersih BIRD pun meningkat 8,65% secara tahunan menjadi Rp635,8 miliar. Sebelumnya, pada 2024, BIRD mencetak laba bersih sebesar Rp585,19 miliar.
Sampai akhir 2025, BIRD mencatatkan kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp1,34 triliun, dengan penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp5,86 triliun.
Total aset BIRD mencapai Rp9,65 triliun pada akhir 2025, naik dari Rp8,4 triliun dari akhir 2024. Total liabilitas BIRD juga tercatat meningkat menjadi Rp3,32 triliun sepanjang 2025, dari sebelumnya Rp2,44 triliun sepanjang 2024.
Adapun, total ekuitas BIRD juga naik dari Rp5,99 triliun pada 2024 menjadi Rp6,32 triliun pada 2025.





