DPR Desak Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Tiket Pesawat akibat Kenaikan Avtur Global

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kenaikan harga tiket pesawat akibat lonjakan harga avtur dunia yang mencapai hingga 80 persen.

Kenaikan harga avtur tersebut dinilai berpotensi langsung memengaruhi tarif penerbangan dan menekan daya beli masyarakat.

Dampak lanjutan juga dikhawatirkan mengganggu pemulihan sektor pariwisata serta konektivitas antarwilayah di Indonesia.

"Kita tidak bisa membiarkan mekanisme pasar berjalan tanpa pengawasan dalam situasi ekstrem seperti ini. Pemerintah perlu hadir untuk memastikan kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat," ujar Rivqy.

Ancaman Dampak dan Evaluasi Nasional

Rivqy menyebut kenaikan harga avtur akibat kondisi global memang sulit dihindari, namun dampaknya terhadap harga tiket masih dapat dikendalikan.

"Dalam konteks global saat ini, kenaikan harga avtur memang tidak mudah dihindari. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegah dampaknya terhadap harga tiket. Pemerintah harus hadir karena mobilitas masyarakat Indonesia, dengan kondisi geografis kepulauan, sangat bergantung pada transportasi udara," tegasnya.

Ia juga menyoroti krisis avtur di sejumlah negara seperti Vietnam yang menyebabkan pengurangan jadwal penerbangan secara drastis.

"Kita harus belajar dari negara lain. Krisis avtur sampai memaksa pengurangan penerbangan secara drastis adalah peringatan serius. Indonesia tidak boleh mengalami hal yang sama," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya penerbangan nasional.

Evaluasi tersebut mencakup ketergantungan terhadap avtur impor serta efisiensi operasional maskapai.

"Kita perlu melihat ini secara komprehensif, bukan hanya jangka pendek, tetapi juga bagaimana membangun ketahanan energi sektor penerbangan ke depan," tambahnya.

Dorongan Subsidi dan Penguatan Industri

Sebagai langkah konkret, Rivqy mendorong pemerintah mempertimbangkan subsidi terbatas atau insentif fiskal bagi maskapai.

Langkah tersebut bertujuan menahan lonjakan harga tiket pesawat dalam jangka pendek.

Ia juga mendorong peningkatan kapasitas produksi avtur dalam negeri serta efisiensi distribusinya untuk menekan biaya logistik.

Selain itu, Rivqy menekankan pentingnya sinergi antara maskapai BUMN dan swasta agar industri penerbangan nasional lebih tangguh.

"Kolaborasi antara maskapai BUMN dan swasta harus diperkuat agar industri penerbangan nasional lebih tangguh menghadapi krisis," jelasnya.

Rivqy berharap pemerintah bertindak cepat dan responsif dalam menjaga aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat.

"Yang kita jaga bukan hanya industri penerbangan, tetapi juga aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Joey Pelupessy Diduga Ikut Terlibat Skandal Paspor WNI, Begini Penjelasan Resmi Lommel
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman yang Minta Jatah
• 23 jam laludetik.com
thumb
Harga Pertamax Ditahan, Ekonom Ingatkan Risiko Tekanan ke APBN
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Ancam Serangan Lebih Besar, Infrastruktur Energi Jadi Target Balasan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Tiga Prajurit di Lebanon Gugur, Pemerintah Dorong PBB Evaluasi Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.