Gugur dalam Misi Perdamaian, 3 Prajurit TNI Terima Medali Dag Hammarskjöld

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Ketiga prajurit tersebut yaitu Kapten Infanteri (Inf), Zulmi Adirya, Sersan Satu (Sertu) M. Nur Ichwan, dan Prajurit Kepala (Praka), Farizal Rhomadhon.

Jenazah ketiga prajurit sudah tiba di Indonesia pada Sabtu malam, 4 April 2026. Presiden RI, Prabowo Subianto turut hadir memberikan penghormatan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, memastikan, ketiga prajurit akan mendapatkan kenaikan pangkat dan santunan baik dari TNI maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, ketiganya akan mendapatkan penghargaan Medali Dag Hammarskjöld.

Mengutip laman The United Nations, Sekretaris Jenderal menetapkan medali Dag Hammarskjöld sebagai penghargaan anumerta kepada anggota operasi penjaga perdamaian yang gugur saat bertugas dalam operasi penjaga perdamaian di bawah kendali dan wewenang operasional PBB.

Deskripsi Medali

Medali Dag Hammarskjöld merupakan sebuah elipsoid kristal kaca timbal bening tanpa warna berukuran sekitar 2 7/8 x 2 1/4 x 11 1/16 inci, dihaluskan dengan pasir (monaired) dengan nama dan tanggal kematian penerima, logo Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tulisan "The Dag Hammarskjöld Medal. In Service of Peace”, dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Kemasan presentasi terbuat dari karton dengan judul Medali dan logo Perserikatan Bangsa-Bangsa tercetak pada bidang biru PBB. Medali kristal diletakkan di atas alas beludru hitam empuk dengan pita biru Perserikatan Bangsa-Bangsa terpasang, berukuran sekitar 4,0 x 4,0 inci.

Sejarah Medali

Mengutip laman veterans.gc.cs, Medali Dag Hammarskjöld dibuat saat masa kepemimpinan Sekretaris Jenderal PBB Kofi A. Annan pada 22 Juli 1997 untuk menandai peringatan 50 tahun operasi perdamaian. Medali tersebut menggunakan nama Sekretaris Jenderal Dag Hammarsjöld yang meninggal dalam tugas untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa ketika pesawat yang ditumpanginya jatuh pada 18 September 1961 saat mengunjungi misi PBB di Kongo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Pemuda GMIT Meriahkan Prosesi Galilea di Kupang
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Seolah Tak Ingin Isu Ijazah Jokowi Redup, Rismon Sianipar Seret dan Tuding JK Soal Pendanaan
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Mitigasi Dampak Timur Tengah, Pengusaha Plastik Usul Ubah Formula Campuran Produk
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Hukum sepekan, kebijakan WFH hingga Amsal Sitepu dibebaskan
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kata-Kata Arteta usai Arsenal Keok dari Piala FA: Ubah Fokus ke PL dan Champions League
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.