Iran Bebaskan Kapal Irak di Selat Hormuz

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Teheran

Teheran menghapus pembatasan bagi Baghdad di tengah ketegangan jalur energi global yang kian memuncak.

Pemerintah Iran mengumumkan pencabutan pembatasan lintas bagi kapal-kapal Irak yang melewati Selat Hormuz. 

Sinyal terbaru dari Teheran untuk melonggarkan kendali atas jalur distribusi energi paling krusial di dunia tersebut, di tengah meningkatnya tensi geopolitik.

Markas Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer tertinggi Iran, menyatakan pada Sabtu 4 April 2026 bahwa Irak akan dibebaskan dari segala bentuk restriksi di selat tersebut. Kebijakan pengawasan ketat kini hanya akan diberlakukan bagi negara-negara yang dikategorikan sebagai "musuh".

"Kami menaruh penghormatan mendalam terhadap kedaulatan nasional Irak," tulis pernyataan resmi militer Iran yang dilansir melalui kantor berita Tasnim. 

"Anda adalah bangsa yang memikul luka pendudukan Amerika, dan perjuangan Anda melawan AS patut mendapatkan pujian serta kekaguman."

Eskalasi Ancaman Global

Pengumuman ini muncul di saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan tuntutannya agar Teheran segera melakukan kesepakatan atau melepaskan kendali atas perairan tersebut. 

Melalui unggahan di media sosial, Trump memperingatkan akan adanya konsekuensi militer besar dalam waktu 48 jam jika tuntutan tersebut diabaikan.

Menanggapi hal itu, pihak Khatam al-Anbiya menolak mentah-mentah ancaman Washington. Mereka menyebut pernyataan Trump sebagai tindakan yang "tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh."

Sejak konflik yang melibatkan AS dan Israel meletus pada 28 Februari lalu, Iran secara efektif melakukan blokade terhadap Selat Hormuz. Padahal, jalur ini biasanya mengangkut sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global.

Dampak Ekonomi dan Lintas Maritim

Meskipun lalu lintas maritim mulai menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir di bawah sistem "gerbang tol" de facto yang diterapkan Iran, volume perdagangan masih merosot lebih dari 90 persen dari level normal.

Berdasarkan data Lloyd’s List Intelligence, tercatat ada 53 transit melalui selat tersebut pada pekan lalu. 

Angka ini merupakan yang tertinggi sejak perang dimulai, naik dari 36 transit pada pekan sebelumnya. 

Tren positif ini juga ditandai dengan melintasnya kapal kontainer Prancis dan kapal tanker milik Jepang pada hari Jumat—transit pertama yang melibatkan kedua negara sejak konflik pecah.

Namun, lumpuhnya aktivitas pengiriman tetap mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah jenis Brent saat ini bertahan di atas $109 per barel. 

Analis memprediksi harga akan melonjak lebih tinggi jika jalur air tersebut tidak segera dibuka sepenuhnya.

Krisis Produksi Minyak Irak

Bagi Irak, pelonggaran ini menjadi angin segar bagi ekonomi domestik yang hancur akibat perang. Sebagai produsen minyak terbesar keenam di dunia pada tahun 2023, pendapatan Baghdad sangat bergantung pada ekspor melalui Hormuz.

Kementerian Minyak Irak melaporkan bulan lalu bahwa produksi harian merosot tajam menjadi 1,2 juta barel, turun drastis dari angka normal sebesar 4,3 juta barel. Penurunan ini dipicu oleh keterbatasan kapasitas penyimpanan akibat terhentinya ekspor secara efektif.

Langkah Teheran memberikan akses khusus bagi Irak dipandang sebagai strategi diplomasi regional untuk memperkuat aliansi di Timur Tengah, sembari tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap blok Barat.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Terpopuler: Kabar Baik untuk PPPK Makin Banyak, yang Merasa Kinerja Top Jangan Cemas, Isu PHK Jauh
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Mitigasi Krisis Pangan, Pemerintah Didorong Segera Cari Sumber Impor Alternatif
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Pemulangan Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Disambut Upacara Militer di Bandara Soekarno-Hatta
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Menghadapi Musuh Tersembunyi di Balik Kemenangan Idul Fitri
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Kementan-PU optimalkan pengelolaan air antisipasi kekeringan di Jateng
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.