Soal Nasib Prajurit TNI di Lebanon, Pimpinan Komisi I Minta Evaluasi Menyeluruh

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono merespons wacana penarikan prajurit TNI dari Lebanon menyusul rangkaian serangan Israel yang menewaskan tiga pasukan perdamaian asal Indonesia.

Dave menegaskan, keputusan untuk menarik pasukan tidak bisa diambil secara tergesa-gesa dan harus melalui evaluasi menyeluruh terlebih dahulu.

"Mengenai pertanyaan apakah pasukan perlu ditarik pulang, hal tersebut tentu memerlukan evaluasi menyeluruh yang melibatkan TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, serta koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Dave kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: SBY Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon: Hati Saya Tergetar...

Dave menyampaikan, setiap keputusan harus ditempuh secara hati-hati, dengan mempertimbangkan keselamatan prajurit.

Namun, dia mengingatkan, Indonesia juga harus tetap menjaga kehormatan bangsa di panggung internasional.

"Indonesia tetap berkomitmen menjalankan misi perdamaian dunia, namun langkah-langkah preventif dan diplomasi konstruktif harus terus diperkuat agar risiko dapat ditekan dan kontribusi kita dalam misi UNIFIL tetap bernilai strategis serta dihormati komunitas internasional," imbuhnya.

Perintah Panglima berlindung di bungker

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon untuk tetap berada di dalam bungker dan menghentikan seluruh aktivitas di luar markas.

Baca juga: Prajurit TNI di Lebanon Masuk Bunker, Anggota DPR: Ini Bentuk Mitigasi Risiko

Perintah tersebut disampaikan Agus saat melakukan video call dengan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon, Jumat (3/4/2026).

“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bungker-bungker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar,” ujar Agus dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (4/4/2026).

Menanggapi arahan tersebut, Komandan Satgas menyatakan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan perintah Panglima.

“Siap Panglima,” jawab Komandan Satgas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Agus juga menekankan pentingnya menjaga semangat prajurit di tengah situasi yang memanas.

“Dan jaga moral prajurit supaya tetap semangat. Terima kasih,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
APBN Bayar Utang Kopdes Merah Putih, Aset Jadi Milik Negara
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Soroti Perang, Kardinal Suharyo Tekankan Perdamaian Dunia Jadi Prioritas Gereja
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Paus Leo XIV Pimpin Jalan Salib di Colosseum dengan Mengusung Salib, Diikuti Puluhan Ribu Umat
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kajari Karo Diamankan Kejagung Buntut Perkara Videografer Amsal Sitepu
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
UEA Cegat Serangan Udara, Puing Pesawat Jatuh Picu Kebakaran, 12 Orang Terluka
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.