Penulis: Harry Rahmadani
TVRINews, Subang
Kondisi Kali Blanakan di wilayah Pantura Subang, Jawa Barat, kian memprihatinkan. Banyaknya sampah yang menumpuk di aliran sungai serta pendangkalan akibat sedimentasi lumpur menghambat aktivitas nelayan setempat saat hendak melaut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran Kali Blanakan dipenuhi berbagai jenis sampah yang mengapung dan tersangkut di sepanjang jalur sungai. Padahal, sungai ini merupakan akses utama para nelayan menuju laut lepas.
Para nelayan mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Tidak jarang, perjalanan mereka terhambat karena sampah menyangkut di bagian baling-baling atau mesin kapal. Akibatnya, mereka terpaksa turun ke air untuk membersihkan secara manual di tengah perjalanan.
Selain sampah, pendangkalan sungai akibat sedimentasi lumpur juga terjadi cukup parah. Kondisi ini semakin menyulitkan kapal berukuran besar atau dengan gross ton (GT) tinggi untuk melintas karena kedalaman air yang terus berkurang.
Nelayan pun menyayangkan normalisasi sungai yang dinilai belum maksimal. Selama ini, pengerukan hanya dilakukan sekitar satu kali dalam setahun sehingga tidak mampu mengimbangi laju pendangkalan yang terjadi.
Wardani, nelayan setempat, mengaku sering mengalami kendala saat melaut akibat kondisi sungai yang kotor.
“Sering banget sampah nyangkut di baling-baling, jadi kita harus berhenti di tengah buat bersihin. Sangat menghambat,” ujarnya.
Sementara itu, nelayan lainnya, Masna, mengeluhkan pendangkalan sungai yang semakin parah.
“Sekarang makin dangkal, kapal besar susah lewat. Kadang harus nunggu air pasang dulu baru bisa jalan,” katanya.
Para nelayan berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan pembersihan sampah dan pengerukan lumpur secara rutin. Hal ini dinilai penting, agar aktivitas melaut kembali lancar dan roda perekonomian masyarakat pesisir tetap berjalan.
Editor: Redaktur TVRINews





