JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas usai gugurnya tiga prajurit tentara nasional Indonesia (TNI).
Tiga prajurit TNI tersebut gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
SBY mendesak PBB untuk menghentikan penugasan atau memindahkan lokasi UNIFIL usai insiden gugurnya tiga prajurit TNI tersebut.
"Seharusnya PBB New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini," katanya melalui posting akun X,-nya, @SBYudhoyono, Minggu (5/4/2026).
SBY menyebut satuan pemeliharaan perdamaian PBB, contohnya Kontingen Garuda XXIII/S yang sedang mengemban tugas di Lebanon saat ini tugasnya adalah menjaga perdamaian atau peacekeeping.
Baca Juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Saat Misi Perdamaian, KSAD Pastikan Negara Akan Penuhi Haknya
Ia menjelaskan, peacekeeper tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak diberi mandat untuk melaksanakan tugas pertempuran. SBY menegaskan, hal itu pun dijelaskan dalam Piagam PBB.
SBY melanjutkan, peacemaker juga bertugas di blue line atau wilayah blue zone yang bukan merupakan daerah pertempuran (war zone).
Ia menegaskan kontingen Indonesia hakikatnya bertugas di blue line yang memisahkan teritori Israel dengan teritori Lebanon.
Namun, kata dia, pada kenyataannya kontingen Indonesia yang semula berada di sekitar blue line kini sudah berada di war zone yang menjadi lokasi berkecamuknya pertempuran Israel dan Hizbullah.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- sby
- susilo bambang yudhoyono
- 3 prajurit gugur
- 3 prajurit gugur di lebanon
- pbb




