Vertigo adalah sensasi pusing seolah-olah lingkungan atau tubuh sendiri berputar, yang terjadi karena gangguan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam atau otak. Apakah Anda pernah mengalaminya, Moms?
Sejumlah ibu mengaku lebih sering mengalami vertigo setelah melahirkan, padahal sebelumnya tidak pernah. Ternyata, hal tersebut valid dan ada penjelasan ilmiahnya, lho!
Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Perubahan Fisiologis & Hormon Memicu Vertigo pada IbuMengutip penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central pada 2022, perubahan hormonal yang signifikan saat seorang perempuan hamil — termasuk peningkatan estrogen, progesteron, hormon plasenta, dan perubahan cairan tubuh — dapat memengaruhi fungsi telinga bagian dalam dan sistem vestibular.
Hormon-hormon tersebut dapat:
Mengubah komposisi cairan di endolimfe dan perilimfe telinga bagian dalam, yang penting untuk keseimbangan.
Mengganggu sinyal keseimbangan antara telinga, otak, dan sistem visual.
Menyebabkan gangguan postur dan koordinasi selama dan setelah kehamilan.
Karena wanita mengalami fluktuasi hormonal yang drastis saat hamil, efek ini sering menyebabkan gejala vertigo lebih sering atau intens dibandingkan populasi umum.
Vertigo dan Perubahan Postur setelah KehamilanSelain perubahan hormon, tubuh perempuan juga mengalami perubahan berat badan, tekanan darah, dan struktur sendi saat hamil. Semua ini memengaruhi cara tubuh menjaga keseimbangan.
Sistem vestibular tidak hanya dipengaruhi oleh hormon, tetapi juga oleh:
Perubahan distribusi cairan tubuh.
Tekanan darah yang lebih rendah atau fluktuatif.
Perubahan tekanan di rongga telinga akibat posisi tubuh atau pembesaran uterus.
Semua faktor ini bisa membuat seorang ibu merasa lebih sering mengalami vertigo, pusing, atau tidak seimbang, terutama dalam beberapa bulan setelah melahirkan.
Meski demikian, hingga kini para ilmuwan masih terus menyelidiki secara lebih rinci hubungan antara kehamilan, perubahan hormonal, dan gangguan vestibular seperti vertigo.





