Bitung: Situasi pasca-gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara mulai menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar warga terdampak di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing.
"Para pengungsi terdampak gempa di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa telah kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dinyatakan aman," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Minggum 5 April 2026.
Baca Juga :
Masyarakat Pesisir Bitung hingga Minahasa Selatan Diimbau Menjauh dari Pantai
Meski situasi di Sulawesi Utara mulai stabil, kondisi berbeda terjadi di Maluku Utara. Abdul menjelaskan sebagian masyarakat mulai kembali ke rumah masing-masing, namun sebagian lainnya masih memilih bertahan di pengungsian.
"Sebagian lainnya masih bertahan di pengungsian karena trauma. Akses komunikasi di beberapa wilayah juga dilaporkan mengalami kendala," ujar Abdul.
BNPB melaksanakan pendampingan dan koordinasi posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate dengan BPBD Kota Ternate dan OPD terkait. Dokumentasi/ BPBD Kota Ternate
Menindaklanjuti arahan Presiden, tim BNPB telah diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi. Dukungan yang diberikan mencakup logistik makanan, peralatan kebencanaan, hingga pengerahan personel tambahan.
Pemerintah juga telah menyiapkan dukungan anggaran darurat guna memastikan pelayanan kepada masyarakat, terutama yang masih berada di pengungsian, tetap berjalan optimal. Tim gabungan masih terus melakukan pendataan di lapangan untuk memverifikasi kerusakan dan memastikan warga mendapatkan penanganan layak.
BNPB melaksanakan pendampingan dan koordinasi posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate dengan BPBD Kota Ternate dan OPD terkait. Dokumentasi/ BPBD Kota Ternate
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta untuk selalu mengikuti instruksi resmi dari pemerintah daerah maupun otoritas terkait agar terhindar dari informasi yang belum jelas kebenarannya.




