Jakarta: Kanker ginjal merupakan salah satu penyakit yang sulit dideteksi, terutama pada tahap awal penyebaran. Kanker ginjal menyebar perlahan tanpa menunjukkan gejala di stadium awal.
Dokter Spesialis Urologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Zulfan Hendri, mengatakan, masyarakat sering luput dengan penyebab dan gejala gagal ginjal. Kasus biasanya baru muncul ketika penderita tidak sadar bahwa kanker ginjal yang diidapnya telah sampai pada stadium tengah menuju akhir.
"Karena tidak memperlihatkan gejala sama sekali, orang-orang datang saat sudah parah, akibatnya harapan hidupnya juga lebih rendah,” ujar Ahmad, mengutip situs resmi UGM, Minggu, 5 April 2026.
Baca Juga :
Penyakit Ginjal Kronis Anak Muda Minim Gejala, Ini Tanda dan SebabnyaZulfan menjelaskan, kanker ginjal muncul dari clear cell (sel jernih) atau tumor yang nampak transparan ketika dilihat dengan mikroskop. Penyebab kemunculan tumor ini belum diketahui, tapi bisa dipicu dari kondisi berikut ini:
- kebiasaan merokok;
- riwayat hipertensi atau rutinitas mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah; dan
- sistem metabolisme tubuh rendah yang memicu kelebihan berat badan.
- menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga;
- tidur tepat waktu;
- memastikan asupan gizi seimbang; dan
- serta menghindari rokok dan alkohol.
Gejala Kanker Ginjal
Zulfan mengungkapkan, gejala yang sering muncul pada penderita kanker ginjal baru bisa dikenali saat sudah masuk stadium tengah. Beberapa tanda dapat dideteksi yaitu:
- kencing disertai darah;
- rasa tidak nyaman yang disusul tumbuhnya benjolan di area pinggang; atau
- rasa pegal-pegal yang lebih sering diabaikan.
Ilustrasi pexels
Penanganan Kanker Ginjal
Zulfan menuturkan terdapat dua jenis tindakan yang dapat diambil pada pasien yang telah terindikasi kanker ginjal.
- Pada kasus yang masih belum memasuki stadium lanjut, ketika ukuran tumor tidak lebih besar dari 7 sentimeter, tindakan kuratif operasi pengangkatan menjadi solusi.
- Untuk kasus tumor yang telah menyebar, diperlukan tindakan variatif dengan cara menekan persebaran sel agar lebih lambat guna membantu memperpanjang usia penderita.




