Grid.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrakstruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Misa Vigili Perayaan Paskah di Gereja Katolik Kalvari Paroki Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Sabtu (04/04/2026). Di momen penting tersebut, AHY memberi pesan penting soal toleransi.
Seperti diketahui, Hari Raya Paskah 2026 jatuh pada hari Minggu (05/04/2026). Paskah adalah salah satu perayaan terpenting dalam tradisi Kristen, yang dirayakan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
Peristiwa yang diyakini terjadi sekitar 2.000 tahun yang lalu di Yerusalem ini menjadi dasar iman bagi umat Katolik dan Kristen di seluruh dunia. Dalam merayakan momen penting tersebut, umat Kristen biasanya melakukan rangkaian ibadah khidmat, dimulai dari Minggu Palma, Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci), hingga Minggu Paskah.
Seperti baru-baru ini Menteri AHY hadiri Misa Vigili Paskah di Gereja Katolik Kalvari. Meski beragam Islam, AHY tampak ingin menujukkan betapa kuatnya toleransi di Tanah Air.
“Intinya adalah bagaimana kita bisa menyambut dengan sukacita. Besok umat Nasrani di seluruh dunia akan merayakan Paskah dengan spirit kebangkitan yang secara fundamental menjadi nilai bagi setiap bangsa, masyarakat, maupun individu,” ujar AHY, Sabtu (4/4/2026) dilansir Kompas.com.
Menurut AHY, makna kebangkitan dalam Paskah menjadi refleksi penting bagi kehidupan berbangsa. Ia juga berpesan soal semangat yang harus terus dijaga oleh Bangsa Indonesia.
“Kita ingin bangkit dari sesuatu yang kurang baik, bahkan dari keterburukan kita bisa bangkit dan memiliki harapan yang optimistis untuk masa depan kita semuanya,” lanjutnya.
AHY menyinggung soal tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depan. Meski banyak tantangan, ia optimistis bahwa dengan semangat kebangkitan dan persatuan, bangsa Indonesia mampu melewati berbagai ujian zaman.
“Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan, tetapi dengan optimisme dan semangat kebangkitan, saya rasa kita bisa menavigasi segala ujian dan pada akhirnya mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera,” jelasnya.
Lebih Lanjut, AHY juga memuji Gereja Katolik Kalvari Paroki Lubang Buaya yang dinilainya menjadi contoh nyata kehidupan yang rukun antarumat beragama. Dia menyebut kawasan tersebut sebagai miniatur toleransi, khususnya karena letaknya di perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi.
“Ini adalah sebuah miniatur toleransi, harmoni dalam keberagaman, karena hidup rukun bersama umat agama lain dan selalu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Dia juga mengapresiasi berbagai inisiatif gereja, termasuk predikat sebagai kawasan gereja paling ramah lingkungan di Keuskupan Agung Jakarta. Selain itu, juga upaya dalam mengembangkan ketahanan pangan, seperti peternakan dan pemanfaatan lahan sempit secara produktif.
“Kita anggap ini semua penting, karena di lahan yang terbatas pun tetap bisa produktif dan memberikan manfaat nyata,” pungkas AHY.
Momen AHY hadiri Misa Vigili Paskah di Gereja Katolik Kalvari sontak jadi sorotan.
Seperti diketahui, Vigili Paskah, atau yang sering disebut sebagai Malam Vigili Paskah, merupakan perayaan yang dilakukan oleh umat Kristiani untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Melansir Tribunnews.com,
Vigili Paskah dianggap sebagai puncak dari seluruh liturgi Paskah. Hal ini memberikan kesempatan bagi umat untuk merenungkan makna kebangkitan Kristus dan memperkuat iman mereka.
Dalam tradisi ini, umat Kristen mengingat kembali peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah keselamatan, termasuk penciptaan, pengorbanan, dan kebangkitan.
Pelaksanaan Vigili Paskah biasanya dimulai dengan kebaktian pembakaran lilin, di mana lilin Paskah dinyalakan sebagai simbol Kristus yang bangkit. Selanjutnya, diadakan pembacaan kitab suci yang menceritakan sejarah keselamatan, diikuti dengan nyanyian pujian dan perayaan sakramen.
Dengan demikian, Vigili Paskah bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan momen refleksi dan pengharapan bagi umat Kristen di seluruh dunia. (*)
Artikel Asli




