KOMPAS.TV - Selat Hormuz yang telah diblokade Iran lebih dari enam pekan memaksa sejumlah negara mulai membangun koalisi untuk meloloskan kapal-kapal mereka.
Kamis lalu, Inggris menginisiasi pertemuan virtual bersama perwakilan lebih dari 35 negara tanpa kehadiran Amerika Serikat.
Pertemuan itu membahas upaya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz melalui langkah diplomasi.
Langkah ini diambil setelah Presiden AS, Donald Trump, menyerahkan tanggung jawab keamanan kapal di Selat Hormuz kepada negara-negara terkait.
Sebelumnya, Inggris telah menggandeng Prancis dalam koalisi lebih dari 35 negara untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sejumlah negara Eropa serta Kanada, Australia, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain juga masuk dalam koalisi tersebut.
Jumat lalu, Bahrain, sekutu Amerika Serikat dan salah satu negara yang juga menjadi sasaran serangan Iran, mengusulkan resolusi peluang penggunaan kekuatan militer untuk membuka Selat Hormuz. Bahrain menilai Iran telah melanggar hukum kelautan internasional dan tak beralasan dalam mengendalikan navigasi di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Rusia menilai bukan Iran yang menjadi sasaran tuntutan dunia karena menutup Selat Hormuz.
Rusia menyatakan Selat Hormuz akan otomatis kembali terbuka begitu seluruh operasi militer berhenti.
Perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran menyebabkan ratusan kapal terhenti di Selat Hormuz.
Sejak perang dimulai 28 Februari, hanya 130 kapal berhasil melintas, jumlah normal kapal yang biasanya melintasi Selat Hormuz dalam sehari.
Kabar terkini, sudah ada 40 negara yang akan bergabung bersama koalisi yang dipimpin Inggris untuk membuka Selat Hormuz. Untuk membahasnya, telah bergabung bersama Breaking News KompasTV, pakar intelijen dan militer Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga: [FULL] Guru Besar Politik Prof Muradi soal Rencana Serangan Darat AS ke Iran
#selathormuz #pbb #perang #iran #as
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- iran
- as
- timur tengah
- perang iran
- penutupan selat hormuz





