Prajurit TNI di Lebanon Berlindung di Bunker, Anggota DPR: Kesiapsiagaan yang Tak Bisa Ditawar

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem Amelia Anggraini mengatakan, langkah prajurit TNI di Lebanon yang berlindung ke bunker merupakan bentuk kesiapsiagaan taktis yang tak bisa ditawar lagi.

"Langkah antisipatif seperti evakuasi taktis ke bunker merupakan bentuk kesiapsiagaan yang tidak bisa ditawar," ujar Amelia kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2026).

Menurut Amelia, ketika terjadi eskalasi, berlindung ke bunker merupakan langkah yang tepat, terukur, dan mencerminkan prioritas utama pada keselamatan personel.

Dalam situasi konflik yang dinamis dan berisiko tinggi, kata dia, keputusan cepat berbasis mitigasi ancaman adalah bagian dari standar operasi yang harus dijalankan.

Baca juga: Akui Tak Mudah, SBY Tetap Minta PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

"Perintah untuk berlindung dalam bunker saat terjadi eskalasi merupakan salah satu upaya perlindungan yang merupakan langkah tepat yang harus dilaksanakan," tegasnya.

Sementara itu, Amelia mendorong agar pemerintah dan TNI terus melakukan evaluasi situasi secara berkala, memperkuat sistem perlindungan pasukan, dan memastikan adanya protokol kontinjensi yang adaptif terhadap perkembangan eskalasi di lapangan.

Dia meminta agar keselamatan prajurit harus selalu menjadi prioritas di atas segala pertimbangan lainnya.

"Tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga perdamaian dunia," imbuh Amelia.

Baca juga: Prajurit TNI di Lebanon Masuk Bunker, Anggota DPR: Ini Bentuk Mitigasi Risiko

Perintah Panglima berlindung di bunker

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon untuk tetap berada di dalam bungker dan menghentikan seluruh aktivitas di luar markas.

Perintah tersebut disampaikan Agus saat melakukan videocall dengan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon, Jumat (3/4/2026).

“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar,” ujar Agus dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (4/4/2026).

Menanggapi arahan tersebut, Komandan Satgas menyatakan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan perintah Panglima.

“Siap Panglima,” jawab Komandan Satgas.

Baca juga: Panglima Perintahkan Prajurit TNI di Lebanon Masuk Bunker, Hentikan Aktivitas Luar

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Agus juga menekankan pentingnya menjaga semangat prajurit di tengah situasi yang memanas.

“Dan jaga moral prajurit supaya tetap semangat. Terima kasih,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geber Distribusi ke Wilayah 3T, Pertamina Patra Niaga Kerahkan Armada Logistik Laut
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Mentan Blak-Blakan RI Masih Impor Menir, Padahal Stok Beras Melimpah
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
37 Ribu Kendaraan Serbu Wisata Puncak di Momen Libur Panjang Paskah
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
PBB Berikan Santunan Rp1,2 Miliar untuk Keluarga Mayor Anumerta Zulmi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dituduh Rismon Biayai Roy Cs Rp5 M, JK Akan Laporkan ke Bareskrim Polri 
• 1 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.