JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di depan SPPG Cakung Timur kerap menjadi tempat warga selain dari RW 003 Cakung membuang sampah.
Menurut petugas pengangkut sampah, biasanya warga di luar RW 003 Cakung melancarkan aksi mereka saat matahari sudah terbenam. Saat itu, tak ada petugas yang berjaga di TPS itu.
Namun, saat pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang sore ini, terlihat satu mobil sedan merek Toyota Camry menepi untuk mengantarkan sampah.
Baca juga: Gunungan Sampah di Depan SPPG Cakung Timur Diangkut 6 Truk
Seorang pria turun dari mobil lalu menyerahkan satu plastik hitam kepada seorang petugas. Saat petugas itu sudah berjalan beberapa langkah, dia dipanggil.
Seorang penumpang mobil menyerahkan segelas minuman dengan sedotan pada petugas. Setelah itu, pria tadi masuk ke mobil lalu melanjutkan perjalanan.
Aksi itu lantas mengundang perhatian seorang pengangkut sampah yang sedang mengatur lalu lintas.
“Tuh lihat aja, mobilnya bagus, orang kaya tapi buang sampahnya ke sini,” kata Firman, pengangkut sampah, ditemui di lokasi, Minggu (5/4/2026).
Firman menduga, biasanya warga non-RW 003 membuang sampah ke sana karena mengira itu TPS liar yang tidak ada biaya operasionalnya.
Menurut dia, orang-orang yang biasa membuang sampah ke sana secara mandiri sengaja untuk menghindari biaya tambahan.
Padahal, sebetulnya pendapatan pengangkut sampah seperti Firman pun tak besar.
Baca juga: Sampah Menggunung Setinggi 2 Meter di Depan Bangunan SPPG Cakung Timur
Sementara di sana sedikitnya ada 12 pengangkut sampah yang setiap hari menjemput sampah dari rumah ke rumah menggunakan gerobak kayu.
“Ya enggak bisa dikira, tapi dicukupin buat makan sehari-hari, buat susu anak. Ini aja belum beli susu buat anak,” ungkap dia.
Kata dia, TPS itu memang tak ada plang khusus yang menandakan bahwa itu adalah TPS resmi. Di sana juga tak ada spanduk larangan buang sampah sembarangan.
Menurut Firman, spanduk sempat ada tapi kemudian hilang.
“Tapi ada juga enggak dilihat, orang-orang tahunya buang sampah ke sini,” ujar Firman.
Sejak TPST Bantargebang longsor, terjadi penumpukan yang cukup signifikan di sana. Ditambah lagi momen Lebaran yang membuat warga memproduksi sampah rumah tangga lebih banyak.
Hari ini, enam truk sampah dikerahkan untuk mengangkut sampah dari sana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




