Pemerintah Salurkan Bantuan Pascabencana di Daerah Terisolir

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Acceh

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Tito Karnavian menyalurkan bantuan bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Bantuan yang diberikan meliputi 276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket perlengkapan dapur, serta lima unit tempat penyimpanan air (toren) berkapasitas 2.000 liter. 

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar sosial dan ekonomi warga terdampak.

Tito menegaskan penyaluran bantuan ini tidak hanya bersifat respons darurat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memahami kebutuhan jangka panjang para penyintas.

Dalam kunjungannya, ia juga menyerap langsung aspirasi warga yang menginginkan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor serta percepatan pembangunan hunian tetap (huntap). 

Mayoritas warga, kata Tito, mengusulkan pembangunan huntap komunal karena sebelumnya tinggal di kawasan rawan banjir akibat luapan sungai.

Ia menilai penyintas di Desa Sekumur tidak boleh terlalu lama berada dalam kondisi sulit pascabencana. 

Apalagi, wilayah tersebut sempat terisolasi cukup lama akibat akses jalan yang tertutup longsor dan lumpur sejak bencana yang terjadi pada akhir November tahun lalu.

Sepulang dari lokasi, Tito menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, untuk membahas rencana pembangunan huntap. 

Selain itu, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan PT Perkebunan Semadam agar dapat memanfaatkan sebagian lahan Hak Guna Usaha (HGU) untuk pembangunan hunian bagi warga terdampak.

“Kalau sudah jelas masalah lahannya, tinggal dilakukan pembersihan oleh pemerintah kabupaten, kemudian pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian PKP,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Minggu, 5 April 2026.

Selama proses pembangunan huntap berlangsung, pemerintah memastikan penyintas tetap mendapatkan bantuan kebutuhan harian berupa lauk pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan.

Skema tersebut disesuaikan dengan estimasi waktu pembangunan huntap yang diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat bulan, bergantung pada kelengkapan dan kecepatan pendataan dari pemerintah daerah.

Tito menambahkan pengalaman pembangunan huntap di sejumlah daerah lain seperti Tapanuli Selatan dan Sibolga menunjukkan proses dapat diselesaikan dalam rentang waktu tersebut apabila data telah siap dan koordinasi berjalan lancar.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Mandiri (BMRI) Lepas Mandiri Manajemen Investasi ke Danantara, Nilai Transaksi Rp1,02 Triliun
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
UNIFIL akan ajukan protes resmi usai Israel hancurkan kamera pengawas
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
17 Aplikasi Download Video TikTok tanpa Watermark Terbaik 2026
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sassuolo vs Cagliari : Jay Idzes Dkk Menang Tipis 2-1, Sassuolo Naik di Klasemen Liga Italia
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sampah Menggunung, DLH DKI Tutup Permanen TPS Kencana di Kolong Tol Tanjung Priok
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.