TEHERAN, KOMPAS.TV – Eskalasi konflik di Timur Tengah kini memasuki fase yang lebih berbahaya.
Serangan yang terjadi di dekat fasilitas nuklir Iran memicu peringatan keras dari komunitas internasional, dengan risiko yang tidak lagi terbatas pada medan perang, melainkan berpotensi menjadi bencana kesehatan global lintas generasi.
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa serangan di sekitar fasilitas nuklir Iran merupakan “peringatan keras” akan potensi terjadinya kecelakaan nuklir.
Baca Juga: Balas Serangan, Iran Sasar Penelitian Nuklir Israel, Begini Analisis Kemungkinan Terburuk
“Serangan seperti ini dapat memicu kecelakaan nuklir dengan dampak kesehatan yang menghancurkan hingga generasi mendatang,” ujar Tedros dalam pernyataannya di X, dikutip dari Al Jazeera.
Insiden terbaru terjadi di sekitar Bushehr Nuclear Power Plant, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di Iran.
Menurut laporan International Atomic Energy Agency, sebuah proyektil menghantam area dekat fasilitas tersebut.
Serangan itu menyebabkan satu anggota tim keamanan fasilitas tewas akibat serpihan proyektil, sementara bangunan di lokasi mengalami kerusakan akibat gelombang kejut.
PLTN Bushehr terletak di kota pesisir Bushehr yang dihuni sekitar 250.000 penduduk, menjadikannya salah satu titik strategis sekaligus rentan dalam konflik yang sedang berlangsung.
IAEA memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdeteksi peningkatan tingkat radiasi di sekitar fasilitas.
Namun, badan tersebut menegaskan bahwa risiko tetap tinggi mengingat sensitivitas fasilitas nuklir terhadap serangan militer.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV/Al Jazeera
- PLTN Bushehr Iran
- WHO peringatan nuklir Iran
- IAEA Bushehr serangan
- risiko bencana nuklir Iran
- konflik Iran terbaru 2026
- serangan dekat reaktor nuklir





