Seorang pemilik hajatan di Purwakarta, Jawa Barat, tewas setelah dikeroyok sekelompok preman saat menggelar pesta pernikahan anaknya. Pelaku minta jatah ratusan ribu.
Insiden tersebut bermula dari aksi pemalakan yang berujung keributan hingga korban meninggal dunia. Polisi masih memburu para pelaku dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap secara terang kronologi kejadian.
1. Korban Tewas saat Gelar Hajatan Nikahan AnakPeristiwa maut ini menimpa Dadang yang sedang menggelar acara pernikahan anaknya di rumahnya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Sabtu (4/4). Sejumlah pemuda datang ke lokasi hajatan dan membuat keributan yang berujung penganiayaan.
"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi, saat ditemui di Mapolsek Purwakarta, Sabtu (4/4/2026) malam.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar, namun nyawanya tidak tertolong setelah mengalami pengeroyokan di lokasi hajatan.
Peristiwa ini bermula dari aksi pemalakan terhadap pemilik hajatan. Adik korban, Wahyudin, mengungkap pelaku datang dan meminta uang kepada keluarga yang sedang menggelar resepsi.
"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu," ujar Wahyudin, seperti dilansir detikJabar, Minggu (5/4/2026).
Sekitar satu jam kemudian, kelompok yang sama kembali datang dan meminta uang lebih besar. Permintaan kedua sebesar Rp 500 ribu ditolak oleh korban, yang kemudian memicu keributan di lokasi acara.
(wia/idn)





