FAJAR, MAJENE — Persyarikatan Muhammadiyah kembali menerima amanah dari masyarakat berupa wakaf tanah yang berlokasi di pusat Kota Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Nilai aset tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.
Wakaf tersebut berasal dari Hj. Halamiah Machmud, dengan luas lahan sekitar 3.392 meter persegi yang terletak di Jalan Ammana Pattolawali, tidak jauh dari stadion Majene. Berdasarkan kisaran harga tanah di pusat kota yang mencapai Rp1,5 juta hingga Rp4 juta per meter, nilai total aset diperkirakan berada di kisaran Rp2 miliar.
Penyerahan sertifikat tanah wakaf dilakukan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Majene, Muhammad Ilham Yamin, kepada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, Dr. KH. Wahyun Mawardi. Prosesi tersebut berlangsung dalam rangkaian acara halal bihalal Muhammadiyah–Aisyiyah Sulbar di Aula BPMP Sulbar, Minggu (5/4/2026).
Perwakilan keluarga wakif, Nursahdi Saleh, menyampaikan bahwa alasan penyerahan wakaf kepada Muhammadiyah dilandasi kepercayaan terhadap organisasi tersebut dalam mengelola aset untuk kepentingan umat.
“Pemberi wakaf percaya Muhammadiyah sebagai organisasi sosial dan keagamaan akan memanfaatkan tanah ini untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Selain penyerahan wakaf di Majene, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan sertifikat aset Muhammadiyah di Kabupaten Polewali Mandar seluas 2.800 meter persegi oleh Kepala BPN Polewali Mandar, Kartini, kepada Ketua PWM Sulbar.
Ketua PWM Sulbar, Dr. KH. Wahyun Mawardi, menjelaskan bahwa seluruh aset Muhammadiyah secara administratif tercatat atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak pemberi wakaf dan BPN atas kelancaran proses sertifikasi.
“Terima kasih kepada pemberi wakaf atas kepercayaannya, serta kepada BPN yang telah membantu proses administrasi dengan baik,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut diserahkan Surat Izin Operasional SD Muhammadiyah 1 Majene dari Pemerintah Kabupaten Majene.
Acara halal bihalal Muhammadiyah–Aisyiyah Sulawesi Barat dihadiri lebih dari 500 peserta, yang terdiri dari warga, simpatisan, serta sejumlah tokoh. Hadir di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Dr. Junda Maulana mewakili gubernur, Ketua PWA Sulbar Hj. Sunarti Marlianti, Kepala BPMP Sulbar Dr. Haksan Darmawan, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi.
Hikmah halal bihalal disampaikan oleh Guru Besar IAIN Parepare, Prof. Dr. KH. Mahsyar Idris, yang dikenal sebagai pakar di bidang Ilmu Hadis Tarbawi.





