Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam Misa Paskah perdananya sebagai pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV menyerukan agar perang dihentikan dan mengajak dunia memilih jalan damai melalui dialog.
Melansir AFP, dalam khotbah dan berkat Urbi et Orbi di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Leo XIV menekankan pesan harapan yang menjadi inti perayaan Paskah: kebangkitan Yesus Kristus setelah penyaliban.
"Mari kita izinkan hati kita diubah oleh kasih-Nya yang tak terbatas kepada kita! Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya! Biarlah mereka yang memiliki kekuasaan untuk melancarkan perang memilih perdamaian! Bukan perdamaian yang dipaksakan dengan kekerasan, tetapi melalui dialog! Bukan dengan keinginan untuk mendominasi orang lain, tetapi untuk bertemu dengan mereka!" ujar Paus Leo XIV dikutip Minggu (5/4/2026).
Dengan perang AS-Israel di Iran yang memasuki bulan kedua dan serangan Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, Paus Leo mengakui adanya rasa acuh tak acuh terhadap kematian ribuan orang akibat dampak kebencian dan perpecahan yang ditabur oleh konflik.
Perubahan kecil dalam tradisi
Leo menyapa umat di seluruh dunia dalam 10 bahasa, termasuk Arab, Cina, dan Latin, menghidupkan kembali praktik yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya, Paus Fransiskus.
Sebelum kembali ke basilika, Leo melangkah maju keluar dan melambaikan tangan kepada kerumunan yang bersorak di bawah.
Selama Pekan Suci, Leo juga menghidupkan kembali tradisi mencuci kaki para imam pada Kamis Putih, sebuah isyarat dorongan kepada para klerus, setelah Fransiskus memilih jalan yang lebih inklusif, mengunjungi penjara dan rumah bagi penyandang disabilitas untuk mencuci kaki para wanita, non-Kristen, dan narapidana.
(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google




