Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ancaman tersebut disampaikan Trump saat ketegangan di kawasan terus meningkat.
"Selasa akan menjadi Hari kemungkinan serangan terhadap Pembangkit Listrik dan Hari kemungkinan serangan terhadap Jembatan semuanya digabung menjadi satu di Iran Tidak akan ada yang seperti itu," ujar Donald Trump.
Trump juga menuntut Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Ia menyebut Iran akan menghadapi penderitaan jika tidak memenuhi tuntutan tersebut.
Iran sebelumnya diketahui membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Termasuk di antaranya Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta sejumlah negara di kawasan.
Serangan juga menargetkan negara yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Perkembangan ini menunjukkan konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
Situasi keamanan regional terus memburuk seiring aksi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat.




