AS Ekstraksi Kru F-15 yang Hilang di Iran dalam Operasi Malam Hari

mediaindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita

MILITER Amerika Serikat bersama CIA sukses melaksanakan misi penyelamatan dramatis untuk mengevakuasi seorang kru jet tempur F-15 yang jatuh di wilayah terpencil Iran. Operasi ekstraksi ini melibatkan ratusan pasukan khusus, puluhan jet tempur, serta helikopter di tengah wilayah musuh yang sangat berbahaya.

Melalui media sosial, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi keberhasilan tersebut pada hari Minggu. "Kami telah menyelamatkan anggota kru/perwira F-15 yang terluka parah dan sangat berani dari kedalaman pegunungan Iran," tulisnya.

Pelarian di Celah Gunung

Insiden ini bermula pada Jumat lalu ketika sebuah jet F-15E Strike Eagle jatuh terkena tembakan musuh, kejadian pertama dalam lebih dari 20 tahun. Sang pilot berhasil diselamatkan pada hari yang sama, namun perwira sistem senjata (WSO) dinyatakan hilang, memicu balapan melawan waktu antara pasukan AS dan pihak Iran yang menjanjikan imbalan £50.000 (sekitar Rp1.1 miliar) untuk penangkapannya.

Baca juga : Di Ambang Serangan, Trump Tahan Opsi Militer AS terhadap Iran

Selama bersembunyi, perwira tersebut hanya berbekal sebuah pistol. Laporan media AS menyebut ia bersembunyi di celah gunung dan membatasi penggunaan suar sinyal (beacon) karena khawatir lokasinya terlacak oleh pasukan Iran yang kian mendekat.

Peran Krusial CIA dan Taktik Deception

CIA memainkan peran vital dengan melacak lokasi presisinya dan memberikan data tersebut kepada Pentagon. Selain pemantauan 24 jam, CIA dikabarkan menjalankan kampanye penyesatan (deception) dengan menyebarkan informasi di internal Iran bahwa kru tersebut telah ditemukan lebih awal, guna mengalihkan perhatian pengejar.

Dalam pelaksanaan teknisnya, Trump menyebut AS mengirim "puluhan pesawat yang dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia." Laporan menyebutkan bom dan tembakan dilepaskan untuk menjauhkan pasukan Iran dari lokasi ekstraksi. Namun, operasi ini bukannya tanpa kerugian; dua pesawat transport AS dilaporkan rusak di pangkalan terpencil dan terpaksa dihancurkan agar tidak jatuh ke tangan musuh.

Baca juga : Trump Klaim Kemenangan: Militer Iran sudah Lumpuh

Klaim Bertolak Belakang

Meski AS merayakan keberhasilan ini, Iran bersikeras bahwa operasi tersebut adalah sebuah kegagalan. Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando militer Iran, menyatakan bahwa beberapa pesawat AS dipaksa melakukan pendaratan darurat.

"Presiden yang bodoh, terjebak dalam rawa perang dan agresi yang dia mulai sendiri... menyadari sepenuhnya bahwa agresi, operasi darat, atau infiltrasi apa pun... akan menghadapi kekalahan yang menentukan dan memalukan," tegas Zolfaghari.

Senada dengan itu, media pemerintah Iran mengeklaim telah menembak jatuh drone AS di atas Isfahan dan menggagalkan misi pelarian di sebuah bandara terbengkalai.

Tradisi "No One Left Behind"

Menanggapi hilangnya beberapa aset pesawat dalam misi ini, mantan komandan US Central Command, Jenderal Frank McKenzie, menyatakan bahwa kerugian materiil adalah harga yang layak dibayar.

"Butuh satu tahun untuk membangun pesawat, tetapi butuh 200 tahun untuk membangun tradisi militer di mana Anda tidak meninggalkan siapa pun (no one left behind)," ujarnya kepada CBS.

Saat ini, kru yang berhasil diselamatkan telah diterbangkan ke Kuwait untuk menjalani perawatan medis. Meskipun menderita luka serius, Trump memastikan bahwa kondisi sang perwira akan baik-baik saja. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Toyota Land Cruiser 250 Terbaru Ada Fitur Anti Maling
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Hadiri Pawai Paskah di NTT, Gibran ingatkan perdamaian dan toleransi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Noel Ebenezer Ajukan Izin Berobat, Mengaku Perlu Operasi Pembuluh Darah Otak
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Rahasia Tidur Nyenyak: Ilmuwan Temukan ‘Saklar’ Otak yang Bisa Bentuk Otot dan Bakar Lemak!
• 11 jam laluharianfajar
thumb
MUI Serukan Stop War, Desak Penghentian Agresi dan Penegakan Keadilan Dunia
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.