REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengecam serangan keji Amerika Serikat dan Israel. Di mana, serangan ini menyasar infrastruktur industri, fasilitas nuklir, serta wilayah sipil negaranya.
Hal inilah yang menurut Araqchi sebagai kejahatan perang yang nyata. Dia memperingatkan adanya konsekuensi serius bagi kawasan dan kemanusiaan.
Chelsea Bertemu Leeds, Man City Hadapi Southampton di Semifinal Piala FA
AS Monaco Menang 2-1 atas Marseille di Liga Prancis
Araqchi dan mitranya dari Mesir, Badr Abdelatty, melakukan percakapan telepon pada Sabtu (4/4/2026) malam untuk membahas perkembangan terkait agresi militer AS dan Israel. Bahasan lainnya juga tentang dampak di tingkat regional dan internasional.
Dalam percakapan tersebut, Araqchi menjelaskan kejahatan perang yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Ia menekankan bahwa semua negara, khususnya di kawasan, memiliki tanggung jawab untuk mendukung perdamaian dan stabilitas serta menahan diri dari segala bentuk bantuan atau keterlibatan dengan pihak penyerang.