MAKASSAR, KOMPAS.TV - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yakin pasokan pangan nasional bisa berpotensi bebas dari efek kekeringan El Nino yang bermula pada April 2026. Pemerintah mendasarkan klaim ini pada volume cadangan beras di gudang Perum Bulog yang menyentuh angka 4,5 juta ton.
Amran menyampaikan kalkulasi tersebut saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).
Ia memproyeksikan total ketersediaan pangan negara sanggup menutup kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan, melampaui prediksi durasi kemarau yang berjalan selama enam bulan.
Pemerintah meminta publik tidak merespons perubahan cuaca dengan kepanikan.
"Jadi, sudah aman. Pangan aman," kata Amran dikutip dari Antara.
Baca Juga: Ancaman Kekeringan El Nino "Godzilla" di Indonesia, Apa Itu dan Ini Daftar Wilayah Terdampak
Rincian Cadangan Pangan NasionalKementerian Pertanian mendata total ketersediaan beras nasional mencapai angka 23 juta ton.
Jumlah tersebut terkumpul dari gabungan stok di gudang pemerintah, sektor swasta, serta potensi panen yang tengah berlangsung.
Berikut perincian ketersediaan pangan yang dipaparkan Mentan:
- Stok beras di gudang Perum Bulog: 4,5 juta ton.
- Stok di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka): 12,5 juta ton.
- Potensi hasil panen dari tanaman yang ada (standing crop): 11 juta ton.
"Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?" katanya.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- mentan
- andi amran sulaiman
- stok beras
- el nino
- ketahanan pangan
- bulog





