Motor listrik Polytron Fox 350 yang meluncur pada akhir 2025 mendapat respons positif dari pasar. Menurut pabrikan, angka penjualannya telah mencapai puluhan ribu unit.
"Angka pastinya harus dicek lagi, tetapi seharusnya sudah di atas 50 persen. Mungkin hampir menuju 15 ribu unit, lebih kurangnya," ujar Head of Group Product Polytron EV Two Wheel, Ilman Fachrian Fadly dihubungi kumparan Selasa (31/3/2026).
Menurut Ilham, penerimaan positif Fox 350 ini tak lepas dari sejumlah peningkatan yang dilakukan pabrikan dari model sebelumnya -- Fox R.
"Istilahnya kita banyak lakukan improvement dibanding Fox yang sebelumnya. Apalagi, akhir-akhir ini isu BBM yang langka akan naik. Terus juga dari berita-berita atau situasi global, itu mungkin yang membuat ada urgensi untuk beralih ke kendaraan listrik," jelasnya.
Adapun Polytron Fox 350 dirancang sebagai motor listrik untuk menunjang mobilitas urban, menghadirkan kombinasi desain ergonomis, performa yang responsif, serta teknologi cerdas yang selama ini lebih identik dengan kendaraan roda dua kelas premium.
Salah satu keunggulan utama Fox 350 adalah desain ergonomis yang dilengkapi Comfy Deck. Area pijakan kaki yang lebih luas dan natural ini membuat posisi duduk terasa lebih rileks, terutama saat menghadapi kemacetan panjang atau rute harian yang padat.
Rancang bangun baru ini memungkinkan posisi kaki menekuk seperti biasa, lebih rendah, atau selonjoran. Dukungan ini menjadikan pengendara tetap stabil saat bermanuver di antara kendaraan, sekaligus mengurangi kelelahan tubuh setelah perjalanan panjang.
Fox 350 juga dilengkapi rangkaian fitur berkendara yang lebih lengkap untuk penggunaan harian. Mulai dari Hill Start Assist yang membantu motor tidak mundur ketika berhenti di tanjakan, hingga Cruise Control yang menjaga kecepatan tetap stabil tanpa perlu memutar akselerator terus-menerus.
Kehadiran fitur ini memberikan jeda kenyamanan, terutama saat melaju di jalan lurus atau perjalanan antar-kota. Selain itu, teknologi 2 Level Regenerative Braking turut meningkatkan efisiensi baterai dengan mengubah energi kinetik menjadi daya listrik setiap kali pengendara deselerasi atau melakukan pengereman ringan.
Untuk skema pertama Battery as a Service, harganya Rp 16 juta dengan biaya langganan baterai Rp 200 ribu per bulan. Bisa juga membeli langsung sepaket dengan baterainya seharga Rp 28 juta. Banderol termasuk subsidi dari Polytron sebesar Rp 6,5 juta.





