JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang meningkat pada periode 6 hingga 12 April 2026, yang dapat memicu hujan lebat, petir, hingga gangguan penerbangan di berbagai wilayah.
BMKG menjelaskan, awan Cumulonimbus merupakan awan konvektif dengan perkembangan vertikal tinggi yang identik dengan cuaca ekstrem.
Kehadirannya kerap memicu hujan intens dalam waktu singkat, disertai kilat atau petir, angin kencang, hingga badai guntur.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Senin 6 April 2026: Potensi Hujan Sangat Lebat di Jawa, NTT, hingga Papua
Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) di Wilayah Indonesia Periode 6 April 2026 - 12 April 2026Berdasarkan prakiraan terbaru, sejumlah wilayah masuk dalam kategori risiko tinggi atau frequent (cakupan lebih dari 75 persen).
Wilayah tersebut meliputi Banten, Maluku, Laut Banda, Laut Arafuru bagian utara, serta perairan Samudra Hindia di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi ini menandakan bahwa potensi terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut cukup dominan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, sebagian besar wilayah Indonesia juga masuk dalam kategori occasional atau cakupan 50 hingga 75 persen.
Wilayah ini mencakup hampir seluruh Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Tak hanya di daratan, potensi awan Cumulonimbus juga terpantau di sejumlah jalur perairan strategis seperti Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Flores, Laut Maluku, Selat Makassar, hingga Selat Karimata.
Bahkan wilayah samudra seperti Samudra Hindia dan Samudra Pasifik di sekitar Indonesia juga terdampak.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- awan Cumulonimbus April 2026
- BMKG 6-12 April 2026
- cuaca ekstrem Indonesia
- hujan lebat BMKG
- gangguan penerbangan cuaca
- turbulensi pesawat





