HARIAN FAJAR, JAKARTA – Debut kiper Cyrus Margono bersama Persija Jakarta pada pekan ke-26 Super League 2025/2026 berakhir pahit. Macan Kemayoran kalah tipis 2-3 dari Bhayangkara FC. Dua penyelamatan penting Cyrus pun sia-sia.
Cyrus Margono dipercaya tampil sejak menit pertama menggantikan kiper senior Andritany Ardhiyasa. Kiper bernomor punggung 93 ini menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dengan penampilan tenang dan kemampuan membaca arah permainan yang baik.
Salah satu momen penting terjadi pada menit ke-23 ketika Cyrus berhasil menggagalkan peluang berbahaya dari Privat Mbarga. Penyelamatan tersebut sempat menambah kepercayaan diri lini belakang Persija.
Perjalanan Pertandingan dan Tekanan yang MeningkatNamun, situasi berubah ketika Moussa Sidibe membuka keunggulan bagi Bhayangkara FC pada menit ke-27. Gol tersebut meningkatkan tekanan terhadap Persija, terutama bagi Cyrus yang harus bekerja ekstra keras menjaga gawangnya.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Cyrus kembali menunjukkan refleks baik saat menepis peluang Sho Yamamoto pada menit ke-77, mencatat dua penyelamatan penting sepanjang laga.
Kebobolan dan Dampak KekalahanMeski demikian, gawang Persija kembali kebobolan melalui gol Dendy Sulistyawan dari situasi bola mati, dan Sidibe menambah gol keduanya di masa injury time. Dua gol tambahan ini membuat usaha Persija mengejar ketertinggalan semakin berat.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Persija karena selain gagal meraih poin, posisi mereka di klasemen juga semakin tertekan. Jarak dengan rival berat, Persib Bandung, makin melebar yang bisa menyulitkan langkah Macan Kemayoran dalam perburuan gelar musim ini.
Evaluasi dan Harapan ke DepanBagi Cyrus Margono, debut ini merupakan pengalaman berharga sekaligus ujian mental. Meski kebobolan tiga gol, penampilannya tetap menunjukkan potensi sebagai kiper yang dapat diandalkan di masa depan.
Pelatih Persija kemungkinan besar masih akan memberikan kesempatan kepada Cyrus di laga-laga berikutnya. Konsistensi akan menjadi kunci bagi dirinya untuk mendapatkan tempat utama di tengah persaingan ketat posisi penjaga gawang.
Persija sendiri dituntut segera bangkit karena jadwal berikutnya menghadirkan tantangan tidak mudah. Tim harus memperbaiki koordinasi lini belakang dan memaksimalkan peluang di depan gawang agar peluang meraih poin penuh tetap terbuka.
Debut memang bukan selalu tentang hasil sempurna. Dalam kasus Cyrus Margono, ini adalah awal perjalanan panjang yang masih menanti bersama Persija.





