IHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Cermati Perang di Iran

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada Senin (6/4). Sebelumnya, IHSG berakhir di zona merah, dengan ditutup anjlok 157,66 poin atau 2,20 persen ke 7.026,78 pada penutupan perdagangan Kamis (2/4).

Analis Phintraco Sekuritas menilai penutupan perdagangan pada Kamis (2/4) yang lemah tersebut dipicu oleh pidato Presiden AS Donald Trump terkait perang dengan Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak global. Dalam pidatonya, Trump menegaskan operasi militer di Iran akan terus berlanjut hingga seluruh target strategis tercapai.

Perkembangan perang di Timur Tengah akan tetap menjadi perhatian utama pada awal pekan ini. Menurut analis Phintraco Sekuritas, investor akan terus mencermati peluang de-eskalasi maupun risiko eskalasi berkepanjangan, termasuk perkembangan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6.900 hingga 7.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Jika perang berlangsung terus menerus, harga minyak mentah berpotensi bertahan di level tinggi dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperlebar defisit APBN, terutama jika pemerintah menambah subsidi BBM tanpa melakukan realokasi anggaran.

“Hal tersebut berpotensi terjadi capital outflow dan berlanjutnya depresiasi Rupiah,” lanjut Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan oleh Phintraco Sekuritas untuk dicermati pada awal pekan ini antara lain MAIN, MNCN, TOWR, MIDI, NISP, dan BNGA sepanjang Senin (6/4).

Di sisi lain, analis MNC Sekuritas melihat pergerakan IHSG pada saat ini masih berada pada bagian wave (v) dari wave [c] dalam wave A pada label hitam.

“Sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745 hingga 6.849,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Namun dalam skenario terbaik, MNC Sekuritas memproyeksi IHSG dapat menyelesaikan wave A pada label biru dan berpeluang melanjutkan penguatan ke rentang 7.450 hingga 7.675.

Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham IMPC, INDY, VKTR, dan WIFI untuk diperhatikan sepanjang Senin (6/4).

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dampak Harga Plastik Mahal Akibat Konflik Iran vs AS-Israel, Apa Langkah Pemerintah?
• 5 jam laludisway.id
thumb
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Mulai Masuki Kemarau pada April-Juni 2026
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Yang Anjlok di Bumiayu Brebes 3 Gerbong KA Bangunkarta, Tim Darurat Dikerahkan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri Wihaji: Keluarga fondasi kesejahteraan jawab bonus demografi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
KAI Daop 4 Semarang Lakukan Antisipasi Perubahan Pola Operasi KA, Imbas KA Bangunkarta Anjlok
• 4 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.