Yang Terbaru soal Perang Iran vs AS-Israel

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Eskalasi serangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel masih terus terjadi hingga Minggu (5/4). Belum ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Terbaru, Iran mengeklaim telah menembak jatuh sejumlah pesawat milik AS. Iran dan AS pun berlomba mencari awak pesawat tersebut. Selain itu, Presiden AS, Donald Trump, telah mengultimatum Iran agar segera membuka Selat Hormuz.

Berikut kumparan rangkum yang terbaru soal perang Iran vs AS-Israel.

Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat C-130 Milik AS

Iran mengeklaim berhasil menembak jatuh pesawat militer C-130 milik Amerika Serikat (AS) di tengah operasi penyelamatan pilot yang jatuh di wilayah selatan Isfahan.

Klaim Iran muncul pada Minggu (5/4), bersamaan dengan laporan korban serangan di wilayah barat daya Iran yang meningkat menjadi sembilan orang.

Kantor berita Fars melaporkan pesawat tersebut ditembak jatuh oleh unit komando polisi yang disebut Faraj Rangers saat terlibat dalam misi pencarian pilot AS yang jatuh dari jet tempur F-15E.

"Dalam operasi gabungan (pasukan dirgantara, pasukan darat, unit rakyat, Basij, dan komando polisi), pesawat tempur musuh berhasil dihancurkan," demikian pernyataan pihak Iran, dilansir Reuters.

Berdasarkan laporan AlJazeera, Iran juga menyatakan pesawat itu merupakan jenis C-130 yang tengah menjalankan misi dukungan, termasuk pengisian bahan bakar bagi operasi militer AS.

Di sisi lain, kantor berita Fars melaporkan sedikitnya sembilan orang tewas dan delapan lainnya terluka akibat serangan di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad.

Seorang pejabat medis menyebut lima orang tewas dan delapan luka-luka dalam serangan di wilayah Koh Siah, sementara empat korban lainnya tewas di area Vazg dan Kakan.

Serangan ini terjadi di lokasi yang sama dengan operasi penyelamatan pilot AS, menandai meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS terkait klaim penembakan pesawat C-130 tersebut.

Ketua Parlemen Iran Rilis Foto Diduga Puing Pesawat C-130 Milik AS yang Hancur

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengunggah foto yang diklaim sebagai puing-puing pesawat militer Amerika Serikat (AS) C-130 yang ditembak jatuh.

Dalam unggahan di platform X pada Minggu (5/4), Ghalibaf memperlihatkan gambar yang disebut sebagai bangkai pesawat AS, meski belum ada verifikasi independen terkait keaslian foto tersebut.

Trump Klaim 2 Pilot F-15E yang Jatuh di Iran Berhasil Diselamatkan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (5/4) mengumumkan dua pilot berhasil diselamatkan dari wilayah Iran dalam operasi berani di tengah ancaman eskalasi perang.

Trump mengatakan pasukan operasi khusus AS mengevakuasi pilot kedua yang jatuh di wilayah pegunungan Iran setelah jet tempur F-15E mereka ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran. Pilot tersebut dilaporkan mengalami luka namun dalam kondisi stabil.

“Dalam beberapa jam terakhir, militer Amerika Serikat melakukan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah,” kata Trump, dilansir Reuters.

“Dia terluka, tapi akan baik-baik saja,” tambahnya.

Pilot itu merupakan kru kedua dari pesawat yang jatuh. Sebelumnya, AFP melaporkan satu pilot lain telah lebih dulu diselamatkan, tetapi tidak diumumkan demi menjaga keberhasilan misi berikutnya.

“Operasi penyelamatan luar biasa ini menyusul keberhasilan menyelamatkan pilot lain kemarin, yang tidak kami konfirmasi demi tidak membahayakan misi kedua,” ujar Trump lewat platform Truth Social.

Menurut laporan, pilot kedua sempat berada di belakang garis musuh dan diburu oleh pasukan Iran sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan berbahaya Iran, diburu oleh musuh kami,” katanya.

Misi penyelamatan ini melibatkan puluhan pesawat militer AS dan sempat mendapat perlawanan sengit dari Iran. Menurut Reuters, dua helikopter Black Hawk dilaporkan terkena tembakan tetapi berhasil keluar dari wilayah udara Iran.

Di insiden terpisah, pesawat A-10 milik AS juga jatuh setelah terkena serangan, memaksa pilotnya melontarkan diri.

Trump Maki-maki Iran: Buka Selat Itu atau Kalian Hidup dalam Neraka

Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang bernada kasar dan penuh emosi. Ia memaki-maki Iran dalam unggahan akun sosial medianya.

Trump mendesak Iran membuka Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang negara itu lebih keras dengan mengincar fasilitas publik dan energi.

"Selasa akan menjadi hari (penghancuran) pembangkit listrik dan hari (penghancuran) jembatan, semuanya jadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!," kata Trump lewat unggahannya di Truth Social.

"Buka selat sialan itu, kalian orang-orang gila, atau kalian akan hidup dalam neraka — LIHAT SAJA!," lanjut Trump.

Trump Ancam Serang Infrastruktur Iran pada Selasa

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran pada Selasa (7/4) jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.

Trump menyebut serangan akan menyasar pembangkit listrik dan jembatan di Iran sebagai bagian dari eskalasi konflik yang terus memanas.

Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu (5/4), Trump melontarkan ultimatum keras dan umpatan kepada Iran terkait jalur pelayaran strategis tersebut.

Pernyataan ini mempertegas ancaman sebelumnya, di mana Trump memberi tenggat waktu kepada Iran sampai Senin (6/4) untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.

Ketegangan meningkat setelah Iran mempertahankan kendali ketat atas selat tersebut, yang menjadi salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi global.

Langkah ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas, terutama di kawasan Timur Tengah yang kini sudah terdampak perang antara Iran, AS, dan sekutunya.

Telepon Menlu Pakistan, Iran Tegaskan Siap Lawan Tekanan AS-Israel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya siap menghadapi tekanan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal itu disampaikan Araghchi dalam percakapan teleponnya dengan Menlu Pakistan Mohammad Ishaq Dar pada Minggu (5/4).

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik kawasan dan ultimatum Presiden AS Donald Trump terkait Selat Hormuz yang harus dibuka pada Senin (6/4) dan ditolak Iran.

Menurut laporan AlJazeera, Araghchi menyampaikan langsung sikap tersebut kepada Ishaq Dar, yang juga merupakan Wakil Perdana Menteri Pakistan, saat membahas situasi terbaru di Timur Tengah.

Kantor berita Fars melaporkan, Araghchi menyebut AS dan Israel sebagai pihak yang "bertanggung jawab" atas instabilitas kawasan dan dampaknya secara global.

Ia juga menegaskan Iran memiliki tekad kuat untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya, termasuk dengan "menggunakan segala cara".

Di sisi lain, Pakistan mengambil posisi mendorong penyelesaian damai. Ishaq Dar menekankan pentingnya negosiasi dan perlunya melanjutkan konsultasi untuk meredakan ketegangan.

Sejumlah laporan juga menyebut Pakistan aktif berperan sebagai penghubung komunikasi dalam upaya diplomasi di tengah kebuntuan konflik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejar Eliminasi TBC 2030, Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Deteksi Dini dari Hulu ke Hilir
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Catat Lagi, Daftar Event Seru di Jabar Sepanjang April 2026
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Pemprov Sulawesi Tengah Percepat Penurunan Emisi GRK Melalui Penyusunan RAD GRK
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Israel Gempur Libanon, Perbatasan Suriah Ditutup
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bansos April 2026 Siap Cair, Segera Cek e-KTP dan Status Kepesertaan Anda
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.