REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gedung kampusnya megah. Fasilitasnya keren. Acara wisudanya juga wah, penuh toga dan foto-foto kebanggaan. Namun, setelah semua itu selesai, ada satu pertanyaan yang kadang cukup menyakitkan, berapa banyak lulusannya yang langsung dapat kerja?
Jangan-jangan kampusnya memang terlihat keren dari luar, tapi soal masa depan mahasiswanya bukan prioritas utama. Sebab realitasnya, masih banyak lulusan yang setelah wisuda justru sibuk kirim CV ke mana-mana, menunggu panggilan yang belum tentu datang.
Masalahnya bukan sekadar soal ijazah. Dunia kerja sekarang tidak lagi hanya melihat dari kampus mana seseorang lulus. Perusahaan lebih peduli hal lebih penting, skill dan pengalaman. Tanpa itu, lulusan baru sering kalah saing bahkan sebelum tahap interview.
Inilah yang membuat banyak calon mahasiswa mulai berpikir ulang ketika memilih kampus. Bukan hanya mencari kampus dengan gedung besar atau fasilitas mewah, juga yang benar-benar punya sistem untuk menyiapkan mahasiswa masuk ke dunia kerja.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Di sinilah Cyber University (Universitas Siber Indonesia) hadir dengan pendekatan yang berbeda. Kampus yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia ini punya satu fokus yang jelas, yaitu membantu mahasiswa agar siap berkarier sejak masih kuliah.
Bahkan Cyber University dikenal sebagai Number 1 Campus Ready Career, karena sistem pembelajarannya memang dirancang untuk membuat mahasiswa lebih dekat dengan dunia industri.
Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui program unggulan Company Learning Program (CLP) 3+1. Mahasiswa menjalani tiga tahun masa perkuliahan, kemudian satu tahun langsung menjalani magang di perusahaan.
Artinya, mahasiswa tak hanya belajar teori di kelas, juga mendapatkan pengalaman kerja nyata sebelum lulus. Ketika mahasiswa dari kampus lain baru mulai mencari pekerjaan setelah wisuda, mahasiswa Cyber University justru sudah lebih dulu memahami bagaimana dunia kerja berjalan.
Program ini sudah dirasakan banyak mahasiswa. Salah satunya Boby Anggara, yang menjalani program magang di Divisi Marketing Distritama Perkasa. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk belajar langsung tentang strategi pemasaran di dunia industri.
Ada juga Gita Saputri yang pernah magang di Divisi Social Media PT Mustika Ratu Tbk, serta Nazwa Naura yang dapat pengalaman magang di tiket.com. Pengalaman-pengalaman ini bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana industri digital bekerja.
Ada juga alumni yang berhasil membangun karier setelah merasakan pengalaman tersebut. Theresia Sekarsari Ajeng, misalnya, kini berkarier sebagai Admin Merchant Support di Bank Central Asia (BCA). Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti program CLP dan menjalani magang di Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Selain CLP 3+1, Cyber University memiliki Career Center yang menjadi jembatan mahasiswa dengan dunia kerja. Unit ini menyediakan berbagai layanan mulai dari informasi lowongan kerja, peluang magang, bimbingan karier, hingga pelatihan soft skill dan hard skill yang dibutuhkan industri.
Dengan sistem seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar untuk lulus. Mereka dipersiapkan untuk siap kerja.
Karena pada akhirnya, kuliah bukan hanya soal wisuda yang megah, tetapi tentang masa depan setelah toga dilepas. Dan di era sekarang, memilih kampus yang benar-benar peduli pada karier mahasiswanya bisa menjadi keputusan yang sangat menentukan.




