Volkswagen Disebut Bakal Produksi Alat Militer Israel, Ini Respons Pabrikan

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Ada laporan bahwa Volkswagen berminat memproduksi komponen pertahanan militer. Raksasa manufaktur Jerman itu dikabarkan telah melakukan komunikasi dengan Rafael Advanced Defense Systems, perusahaan pertahanan asal Israel.

Dilansir Deutsche Welle (DW), langkah itu disinyalir sebagai upaya pemanfaatan lebih luas fasilitas pabrik utama Volkswagen di Osnabrück yang sedang mengalami kesulitan. Hal tersebut dibeberkan oleh internal perusahaan yang tak disebutkan identitasnya.

Informasi yang disiarkan Financial Times itu juga membeberkan minat Volkswagen untuk memproduksi komponen yang digunakan pada sistem pertahanan udara dari Iron Dome, salah satu perusahaan dirgantara milik Israel.

Mengenai nasib pabriknya di Osnabrück yang akan berhenti beroperasi mulai 2027 mendatang itu, perwakilan Volkswagen mengatakan pihaknya tengah berupaya mencari opsi agar aktivitas manufaktur tetap berjalan.

"Ini adalah bagian dari proses peninjauan terbuka untuk periode setelah tahun 2027. Saat ini belum ada keputusan atau kesimpulan konkret mengenai arah masa depan lokasi tersebut, kami juga terus memberi tahu karyawan setempat tentang status proses ini," jelas juru bicara Volkswagen.

Grup Volkswagen memang sedang dilanda krisis produksi yang dilakukan di Jerman. Selain fasilitas yang berada di Osnabrück, pabrikan juga mengambil langkah besar untuk menutup fasilitas yang ada di Dresden.

Keputusan tersebut tak lepas dari tekanan keuangan yang dihadapi Volkswagen. Penurunan angka penjualan di China dan Eropa, ditambah kebijakan tarif impor di Amerika Serikat, membuat kinerja bisnis terus terpuruk.

Saat ini, perusahaan mengelola anggaran sekitar 160 miliar euro atau setara Rp 2,7 triliun untuk lima tahun mendatang, lebih rendah dibandingkan periode 2023–2027 yang mencapai 180 miliar euro atau sekitar Rp 3,06 triliun, seiring proyeksi usia kendaraan bermesin bensin yang lebih panjang.

Chief Financial Officer Volkswagen, Arno Antlitz, sebelumnya mengisyaratkan bahwa arus kas bersih pada 2025 berpotensi mengalami peningkatan. Namun, sejumlah analis menilai tekanan finansial masih akan membayangi kinerja Volkswagen dalam beberapa tahun ke depan.

"Tentu ada tekanan pada arus kas untuk tahun 2026,” ujar analis Bernstein, Stephen Reitman.

Reitman menambahkan bahwa Volkswagen tengah mencari berbagai cara untuk menekan belanja dan meningkatkan profit operasional. Menurutnya, tantangan besar datang dari kebutuhan investasi baru akibat umur kendaraan bermesin pembakaran internal yang diperkirakan lebih panjang.

“Volkswagen menghadapi tantangan yang luas, karena umur mesin berbahan bakar fosil yang lebih panjang membutuhkan investasi baru. Anda harus melihat generasi baru teknologi bensin,” kata Reitman.

Dari sisi volume produksi, pabrik Dresden memang bukan tulang punggung utama Volkswagen. Sejak mulai beroperasi pada 2002, fasilitas ini hanya memproduksi kurang dari 200 ribu unit kendaraan, atau kurang dari separuh output tahunan pabrik utama Volkswagen di Wolfsburg.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahas Hunian Rakyat di Bantaran Rel, Prabowo Panggil Maruarar Sirait dan Dirut KAI
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BIG: RI Belum Berdaulat Data Geospasial, Data Lengkap Punya Asing Semua
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Pukat UGM Usulkan Lembaga Khusus Kelola Aset Rampasan Ada di Bawah Presiden
• 7 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Mulai Konversi PLTD ke PLTS, Targetkan Bisa Kurangi Impor BBM
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nadiem Bantah Chromebook Tak Berguna: Justru Cegah Kecurangan Asesmen Nasional
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.