Trump Beri Waktu Iran Hingga Senin Malam

tvrinews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Washington DC

Melalui pesan keras, Presiden Amerika Serikat menuntut pembukaan akses laut internasional untuk menghindari serangan udara.

Eskalasi ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik kritis setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras untuk menghancurkan infrastruktur vital di dalam wilayah Iran. 

Ancaman ini merupakan respons atas penutupan Selat Hormuz, jalur logistik energi global yang lumpuh sejak dimulainya konfrontasi militer pada akhir Februari lalu.

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Trump menegaskan bahwa militer AS siap membidik pembangkit listrik dan jembatan jika Teheran tidak membuka kembali selat tersebut sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan pada hari Senin 6 April 2026.

"Selasa akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan' di Iran. Tidak akan ada yang menandinginya," tulis Trump dalam unggahan yang menggunakan retorika tajam tersebut. 

Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi berat jika tuntutan tersebut diabaikan.

Kebuntuan Jalur Energi Global

Selat Hormuz telah menjadi titik api utama sejak serangan awal yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Maret 2026. 

Penutupan jalur ini telah menghentikan arus perdagangan minyak dunia, memicu kekhawatiran akan krisis energi global.

Meskipun Trump menyatakan kepada Fox News bahwa negosiasi sedang berlangsung dan ia optimis kesepakatan dapat dicapai, retorika dari pihak Teheran menunjukkan arah yang berbeda. 

Seyyed Mehdi Tabatabaei, Deputi Komunikasi Kantor Kepresidenan Iran, menepis ancaman tersebut sebagai bentuk keputusasaan Washington.

"Presiden AS sekali lagi secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup sipil di Iran," demikian pernyataan resmi Misi Iran untuk PBB. 

"Masyarakat internasional memiliki kewajiban hukum untuk mencegah kejahatan perang ini. Bertindaklah sekarang, karena besok sudah terlambat."

Tuntutan Kompensasi dan Risiko Kejahatan Perang

Teheran bersikeras bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya akan dilakukan jika ada pembayaran reparasi atas kerusakan akibat perang. 

Tabatabaei mengusulkan "rezim hukum baru" di mana setiap kapal yang melintas wajib membayar biaya transit sebagai kompensasi.

Di sisi lain, kekhawatiran internasional meningkat terkait dampak serangan terhadap warga sipil. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Trump secara eksplisit menyatakan tidak khawatir akan dampak kemanusiaan dari penghancuran fasilitas publik. 

Sikap ini memicu peringatan dari para pakar hukum internasional bahwa penargetan infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Ancaman ini menyusul pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang pekan lalu mengancam akan membawa Iran kembali ke "Zaman Batu". 

Hingga saat ini, serangan udara telah dilaporkan menghantam sekolah, fasilitas kesehatan, dan universitas di berbagai wilayah Iran.

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E

Di tengah ancaman serangan besar-besaran, Trump mengonfirmasi keberhasilan operasi ekstraksi seorang pilot jet tempur F-15E yang jatuh di wilayah pegunungan Iran pada Jumat 3 April 2026 lalu.

"Kami telah menyelamatkan perwira kru F-15 yang terluka parah dari jauh di dalam pegunungan Iran," ujar Trump, memuji operasi tersebut sebagai "pertunjukan keberanian yang luar biasa."

Presiden AS dijadwalkan akan menggelar konferensi pers di Gedung Putih pada hari Senin 6 April 2026 untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah militer berikutnya dan status tenggat waktu yang ia berikan kepada Teheran.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Bromo Tutup pada 6-12 April 2026, TNBTS: Fokus Pulihkan Ekosistem dan Kualitas Pelayanan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pendapatan Negara Tembus Rp574,9 Triliun di Kuartal I 2026
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Plastik Meroket, Pedagang Ungkap Bisa Naik hingga 100 Persen
• 7 jam laludisway.id
thumb
Cerita Laura Basuki Deg-degan Nyetir Pick-Up di Sumba saat Syuting Film Yohanna
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
2 Korban Tewas Jatuh dari Kapal di Sungai Barito Ditemukan, Bripda Vikma dan ABK Aleksandro
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.