Kesaksian Eks Anggota UNIFIL: Israel Kerap Provokasi dan Langgar Kesepakatan Damai 1701

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
ARSIP. Pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia menerima kendaraan baru dan peralatan lainnya yang tiba dengan kapal kargo di pelabuhan Beirut, Lebanon, Sabtu, 18 November 2006. Pasukan tersebut merupakan bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang memantau gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. (Sumber: AP Photo/Ben Curtis)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon membuka kembali rekam jejak tingginya risiko keamanan di kawasan perbatasan tersebut.

Mantan anggota UNIFIL periode 2010-2011, Serma (Purn.) Mukhtar Efendi, membeberkan berbagai ancaman nyata di garis depan, mulai dari pelanggaran militer Israel hingga potensi gesekan dengan warga lokal.

Pemerintah Indonesia saat ini telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menyelidiki secara transparan insiden yang menewaskan ketiga putra bangsa di tengah eskalasi konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurut Mukhtar, ancaman terhadap personel penjaga perdamaian memang mengintai setiap saat.

Baca Juga: Sederet Desakan SBY ke PBB usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Sebut Personel UNIFIL Ada di War Zone

Ia mencatat, militer Israel kerap melanggar kesepakatan damai Resolusi PBB Nomor 1701 tertanggal 11 Agustus 2006 melalui serangkaian manuver provokatif yang memicu ketegangan dengan Lebanon.

Salah satu bentuk pelanggaran nyata adalah pengerahan pesawat nirawak (drone) untuk operasi pengintaian intelijen.

"Salah satu kegiatan yang kami amati sebagai pasukan penjaga perdamaian adalah adanya drone Israel yang sering masuk ke wilayah Lebanon. Drone ini selain memantau aktivitas masyarakat Lebanon juga melakukan pemetaan posisi atau titik koordinat pasukan PBB," kata Mukhtar dalam program Kompas Malam di KompasTV, Minggu (5/4).

Risiko "Wasit Pertempuran" di Garis Demarkasi

Berada di tengah pusaran konflik membuat prajurit UNIFIL mengemban tugas krusial sekaligus berbahaya.

Mukhtar mengibaratkan peran kontingen Garuda layaknya "wasit pertempuran" yang berdiri di antara dua kubu berseteru, Israel dan Lebanon.

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • unifil
  • tni gugur
  • lebanon
  • israel
  • resolusi pbb 1701
  • mukhtar efendi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tunda Pembahasan Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kuasa Hukum JK Laporkan Rismon Sianipar dan Sejumlah Akun Youtube atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Mentan Yakin RI Tahan Dampak El Nino, Stok Beras 4,5 Juta Ton
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Lagi-lagi 1 Pemain Timnas Indonesia Dicoret Klub Belanda, Susul Justin Hubner Kini Giliran Bek 34 Miliar yang Absen
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Timnas Indonesia Main Siang Nanti! Jadwal Piala AFF Futsal 2026 Hari Ini, Skuad Garuda Hadapi Brunei Darussalam
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.