DPR Minta Evaluasi Penugasan TNI di Lebanon Usai Korban Gugur dan Luka

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan pemerintah perlu mempertimbangkan keberadaan pasukan TNI di Lebanon setelah tiga prajurit gugur dan beberapa lainnya mengalami luka serius akibat serangan rudal Zionis.

Dave menjelaskan, tujuan awal penugasan TNI di Lebanon adalah untuk menjaga perdamaian, bukan terlibat dalam pertempuran.

“Sesuai dengan pembukaan di dalam Undang-Undang Dasar kita yang dimana kita berkomitmen untuk menjaga perdamaian dunia, begitu pula semangat yang dibangun dalam kita menyiapkan prajurit untuk menjadi bagian dari penjaga perdamaian dunia," ujar Dave, Minggu, 5 April 2026.
 

Baca Juga :

Israel Diduga Rusak Seluruh Kamera Pengawas di Sekitar Markas UNIFIL


Dave menilai, situasi di Libanon akan terus berkembang sehingga keberadaan prajurit Indonesia perlu perlu dipertimbangkan. 

"Situasi di Libanon terus berkembang dan menjadi volatile yang tidak menentu dan telah menewaskan tiga prajurit kita dan juga melukai sejumlah prajurit kita dengan kondisi yang cukup serius. Dan maka itu perlu dipertimbangkan tentang keberadaan prajurit kita,” kata Dave, menambahkan. Situasi di Lapangan Semakin Volatile Dave menekankan bahwa pasukan perdamaian Indonesia tidak ditugaskan untuk operasi ofensif dan hanya dibekali persenjataan terbatas. Namun, di lapangan, mereka menghadapi serangan rudal dengan daya rusak tinggi.

“Kenapa? Karena di sana tujuan awalnya adalah untuk menjaga perdamaian, bukan untuk berperang. Mereka tidak untuk melakukan ofensif, mereka pun hanya dipersenjatai persenjataan yang terbatas, sementara diserang dengan rudal-rudal dengan kapasitas daya rusak yang sangat tinggi,” ujar Dave.
 

Baca Juga :

Malaysia Minta DK PBB Ambil Langkah Tegas Lindungi Personel UNIFIL
  Perlu Evaluasi Menyeluruh Ia menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh, mulai dari keberadaan pasukan, fungsi penugasan, hingga objektivitas misi yang dijalankan. Dave juga mengingatkan bahwa masa penugasan saat ini sudah memasuki periode rotasi dan mandat misi UNIFIL di Lebanon akan berakhir pada 2026.

“Maka melihat hal-hal tersebut dan juga sudah ada korban dari prajurit kita, maka harus dipertimbangkan dengan baik, dengan matang untuk mengevaluasi total. Pentingnya dan juga kebutuhan akan prajurit kita ditugaskan di Lebanon,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istigasah Ulama Ciamis Doakan Syuhada KM 50: Banyak Kejanggalan!
• 9 jam laludisway.id
thumb
Kasus SPBU, KPK Panggil Bos PT Smartweb Dian Rachmawan
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair Boreas, Siap Berlayar Juni 2026
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Sultan HB X Sebut Pengawasan jadi Tantangan Utama WFH untuk ASN
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Safari Dubes Iran ke Tokoh Nasional Berlanjut, Apa Maknanya?
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.