JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menyambangi Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi kembali bersafari.
Pada Jumat (3/4/2026) ia menjumpai tokoh yang dikenal dekat dengan kelompok Islam, khususnya Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Namun dalam pertemuannya tersebut, Boroujerdi tak hanya bertemu Din. Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut juga dihadiri tokoh Al Washliyah, Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Wanita Islam.
Dalam pertemuan itu, Din menyampaikan bela sungkawa dan berharap peperangan yang kini terjadi di Iran bisa segera berakhir.
Baca juga: Dubes Iran Sebut Perang di Timur Tengah Picu Dampak Global Termasuk Indonesia
"Kami berharap musibah yang terjadi dan menimpa rakyat Iran sebagai negeri sesama Muslim yang kita rasakan juga sebagai musibah yang menimpa kita, ini segera berlalu," ujar Din kepada Boroujerdi.
Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengatakan, Iran adalah negara yang konsisten membangkitkan peradaban Islam.
Sebab itu, dia bersama para tokoh yang hadir mendoakan dan menyerukan agar konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini bisa segera berakhir dengan kemenangan Iran.
"Maka pasca perang yang kita doakan akan dimenangkan oleh Iran, maka akan dimenangkan oleh Iran, kita mengambil hikmah dan ibrah bersatu bekerja sama membangun peradaban baru, peradaban Islam untuk dunia," ucap dia.
Dalam kondisi saat ini, Din menekankan pentingnya persatuan umat Islam di atas perbedaan mazhab (Sunni-Syiah) maupun sentimen etnis (Arab-Persia).
Baca juga: Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia, Din Syamsuddin Doakan Perang Segera Berakhir
"Ini tidak saatnya untuk mempertentangkan perbedaan di antara kita. Baik antara Sunni dan Syiah, maupun antara Arab dan Persia. Karena kita adalah sesama Muslim yang diajarkan oleh agama untuk menumbuhkan al-ukhuwwah al-imaniyyah atau al-ukhuwwah al-islamiyyah, persaudaraan keimanan dan persaudaraan keislaman," kata dia.
Upaya Diplomasi di Tengah Konflik
Dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Mutiara Pertiwi mengatakan, safari politik yang dilakukan oleh Boroujerdi bisa dimaknai sebagai upaya diplomasi aktif Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Safari ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang cukup penting bagi Iran.





