Baliho Film Aku Harus Mati Picu Distres Psikologis di Ruang Publik

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Beragam respons datang terkait billboard promo film Aku Harus Mati. Billboard yang berada di berbagai titik di Jakarta dan daerah tersebut sempat membuat warga resah karena posternya yang seram dan judul film yang dinilai membahayakan dan tak ramah anak.

Kini, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) jugaturut buka suara. Melalui akun Instagram resmi, mereka menyampaikan keprihatinan terhadap pemasangan baliho promosi film “Aku Harus Mati” di ruang publik.

PDSKJI menilai visual dan narasi dari film Aku Harus Mati dapat berpotensi memicu ketidaknyamanan emosional, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan mental.

"Ruang publik diakses oleh berbagai kelompok usia dan latar belakang, termasuk anak, remaja, dan individu yang sedang mengalami tekanan mental. Paparan berulang pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat dapat meningkatkan distres, kecemasan, dan berpotensi menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau ide bunuh diri," jelasnya seperti dikutip dari akun Instagram @pdskji_indonesia, Senin (6/4).

PDSKJI menegaskan bahwa pihaknya tidak membatasi kebebasan berekspresi dalam karya seni. Namun, penyampaian pesan di ruang publik perlu disertai tanggung jawab sosial.

"Tema sensitif seperti kematian perlu disampaikan dengan kehati-hatian dan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat," lanjutnya.

Lebih lanjut, PDSKJI juga memberikan imbauan agar materi promosi di ruang publik harus lebih berhati-hati dan memiliki nilai edukasi. Apalagi promo tersebut dilakukan di ruang publik yang bisa diakses oleh siapa pun, termasuk mereka kelompok rentan.

"Penting untuk menyertakan konteks edukatif atau pesan yang lebih aman. Kolaborasi dengan profesional kesehatan mental juga diperlukan agar komunikasi tetap bertanggung jawab. Perlindungan kelompok rentan harus menjadi perhatian utama," jelasnya.

PDSKJI pun mengajak semua pihak untuk bersama menciptakan ruang publik yang lebih aman secara psikologis.

"Kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama, dan setiap pesan yang ditampilkan dapat memengaruhi kondisi emosional masyarakat," tutupnya.

Billboard Film 'Aku Harus Mati' Dicopot Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penertiban terhadap Baliho atau Billboard promosi film horor berjudul ‘Aku Harus Mati, Jual Jiwa Demi Harta’ di sejumlah titik di Jakarta.

Billboard tersebut menuai kritik karena judulnya dianggap tak layak ditampilkan di ruang publik, terutama untuk anak-anak yang melihat poster film tersebut.

Sebagai respons atas kritik tersebut, billboard film yang terpasang di Jalan Puri Kembangan, Jalan Daan Mogot Km 11 (Jembatan Gantung), Jakarta Barat, serta di Pos Polisi Perempatan Harmoni, Jakarta Pusat itu akhirnya dicopot oleh pihak vendor reklame.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo menjelaskan, penurunan banner film tersebut telah melalui koordinasi lintas perangkat daerah, meliputi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta biro iklan.

“Total ada tiga lokasi yang sudah kami tertibkan, yaitu dua lokasi berbentuk banner dan satu lokasi videotron,” kata Yustinus dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (5/4/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Akan Kembali Seperti Semula
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Dorong Percepatan Program Perumahan Rakyat, Targetkan Renovasi 400 Ribu Rumah Tahun Ini
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok, Keluarga Minta Pelaku Segera Ditangkap
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Belanja Negara Naik, Purbaya Ungkap Defisit APBN Tembus Rp 240 Triliun di Kuartal I 2026
• 6 jam lalunarasi.tv
thumb
Zodiak yang Paling Impulsif
• 9 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.