Jakarta, VIVA – Rumah produksi Falcon Pictures resmi merilis trailer film terbaru mereka, Dilan ITB 1997, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 30 April 2026. Video berdurasi 2 menit 38 detik tersebut langsung menyita perhatian, terutama karena sejumlah adegan yang memicu perdebatan di media sosial.
Trailer ini menampilkan Ariel NOAH sebagai Dilan, yang diceritakan telah menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia dipasangkan dengan Niken Anjani yang berperan sebagai Ancika dan kembali dipertemukan dengan masa lalunya yaitu Raline Shah yang memerankan Milea. Salah satu adegan memperlihatkan pertemuan kembali keduanya, membangkitkan nostalgia kisah cinta ikonik tersebut. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Selain romansa, film ini juga mengangkat latar sejarah penting Indonesia. Dilan digambarkan terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut reformasi di penghujung masa pemerintahan Soeharto.
Namun, perhatian terbesar justru tertuju pada adegan menjelang akhir trailer. Dalam cuplikan tersebut, Dilan bersama Ancika dan teman-temannya menonton siaran televisi yang menayangkan pidato pengunduran diri Soeharto. Setelah pengumuman itu, Dilan terlihat tersenyum dan berkata, “Terima kasih Soeharto”, yang langsung disambut sorak sorai.
Kalimat singkat itu memicu perdebatan luas di kalangan netizen. Banyak yang mempertanyakan makna di balik ucapan tersebut—apakah bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan Soeharto, atau justru sindiran karena akhirnya lengser dari jabatan.
“Awokawokawok film Dilan udah dijadiin media propaganda ya ternyata,” tulis netizen.
“Itu makasihnya karena udah turun njir, bukan karena udah jadi presiden, lagian itu kan Dilannya ikut ngedemo,” timpal yang lain.
“Mungkin maksudnya "makasih Soeharto kau akhirnya mengundurkan diri, gitu" kata warganet.
Tak hanya soal dialog kontroversial, pemilihan Ariel sebagai Dilan juga menjadi sorotan. Karakter Dilan sebelumnya sangat identik dengan Iqbaal Ramadhan, sehingga perubahan ini menuai pro dan kontra.
Sejumlah penonton menilai Ariel terlihat terlalu dewasa untuk memerankan sosok Dilan versi mahasiswa. Ada pula yang mempertanyakan kecocokan aktingnya dalam menghidupkan karakter yang sudah melekat kuat di benak penonton.
Terlepas dari berbagai kritik dan perdebatan, Dilan ITB 1997 justru semakin ramai diperbincangkan. Film ini tampaknya tidak hanya menawarkan kisah cinta, tetapi juga sentuhan sejarah yang berani—yang kini sukses memancing rasa penasaran publik menjelang penayangannya.





