Implementasi QRIS Kian Merambah Mancanegara, Setelah Jepang Kini Masuk ke Korsel

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penerapan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke mancanegara terus meluas. Terbaru, sistem pembayaran digital yang diluncurkan Bank Indonesia itu, baru saja diimplementasikan di Korea Selatan pada 1 April 2026.

Melalui kerja sama sistem pembayaran tersebut, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan, maupun wisatawan Korea Selatan yang datang ke Indonesia, dapat bertransaksi dengan lebih mudah menggunakan QRIS.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyebut kerja sama ini menandakan inovasi yang dikembangkan BI tidak hanya matang secara konsep, tetapi juga siap digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dan melalui pendekatan ini, Indonesia tidak hanya ingin menjadi user atau pengguna, tetapi juga co-creator bersama dengan rekan-rekan Bank Sentral di regional dalam ekosistem pembayaran global yang lebih inklusif dan lebih merata. Implementasi QRIS antarnegara Indonesia dengan Korea merupakan langkah konkret dalam mewujudkan agenda tersebut,” kata Filianingsih dalam acara Launching QRIS Antarnegara Indonesia - Korea Selatan di Gedung Pusat BI, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

Dengan hadirnya layanan ini, transaksi di luar negeri menjadi semudah berbelanja di dalam negeri, cukup dengan pindai, klik, dan bayar menggunakan QRIS. Selain itu, pengguna dapat menikmati kurs yang transparan dan kompetitif dibandingkan metode konvensional seperti penukaran uang tunai maupun kartu kredit.

Implementasi QRIS antarnegara ini juga membuka peluang yang lebih luas bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat antara Indonesia dan Korea Selatan. Filianingsih pun menambahkan, kerja sama dengan Korea Selatan menjadi salah satu implementasi tercepat dibandingkan negara mitra lainnya.

“QRIS dengan Korea ini mencatat yang paling cepat di antara yang lainnya. Mungkin kurang dari satu tahun ya. Nah, kolaborasi yang erat ini memastikan bahwa inovasi yang kita bangun tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga siap digunakan dan memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.

Pengembangan sistem pembayaran nasional mengacu pada Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, yang menjadi kerangka strategis dalam mendorong transformasi digital dengan menitikberatkan pada kedaulatan, efisiensi, dan konektivitas global. Dalam kerangka tersebut, QRIS antarnegara menjadi bagian penting dari pilar inovasi dan pilar internasional.

“Jadi ini membuka peluang untuk sektor pariwisata, perdagangan dan UMKM. Dan untuk terhubung dengan pasar yang lebih luas, pasar regional dan pasar global,” lanjut Filianingsih.

Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Soe Dook, menuturkan peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam kerja sama keuangan digital kedua negara.

“Penghubungan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR ini bukan sekadar capaian teknologi semata, melainkan merupakan buah nyata dari kerja sama yang selama ini terjalin, yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat kedua negara,” ucapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi ini menghadirkan layanan pembayaran yang lebih mudah, nyaman, dan aman, sekaligus diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas di berbagai sektor seperti pariwisata, e-commerce, dan UMKM.

“Kedutaan Besar Republik Korea akan senantiasa memberikan dukungan dan perhatian penuh terhadap kerja sama dan inovasi keuangan digital antara kedua negara serta terus berperan sebagai jembatan bagi kerja sama antara sektor swasta dan pemerintah,” tutur Park Soe Dook.

Keberhasilan implementasi QRIS di dalam negeri turut menjadi fondasi kuat dalam mendorong ekspansi ke tingkat global. QRIS antarnegara hadir sebagai solusi atas berbagai kendala transaksi lintas negara yang selama ini dinilai rumit dan mahal, sekaligus mengurangi kebutuhan penukaran valuta asing.

“Dengan hadirnya Korea Selatan sebagai mitra baru, kita semakin memperkuat jaringan konektivitas pembayaran yang mendukung konektivitas ekonomi dan keuangan digital di kawasan,” tambah Filianingsih.

Hingga Februari 2026, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 60 juta pengguna dan 44 juta merchant, dengan sekitar 96 persen di antaranya merupakan UMKM. Pencapaian ini menjadi landasan penting dalam memperkuat digitalisasi ekonomi nasional sekaligus memperluas konektivitas pembayaran lintas negara.

QRIS antarnegara telah terhubung dengan Thailand sejak 29 Agustus 2022, kemudian dengan Malaysia sejak 8 Mei 2023. Sistem pembayaran ini terus diperluas, yakni dengan Singapura pada 17 November 2023, dan Jepang pada 17 Agustus 2025. Kini implementasi QRIS diperluas dengan Korea Selatan sebagai mitra terbaru.

Bank Indonesia menyebut implementasi QRIS lintas negara ini mencatatkan kinerja positif. Volume transaksi inbound mencapai 5,9 juta transaksi dan outbound sebesar 1,7 juta transaksi, mencerminkan meningkatnya pemanfaatan QRIS dalam transaksi lintas negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lagi-lagi Masalah Sampah: Lahan Pribadi di Cibinong Jadi TPS Liar
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Wall Street Bersiap Hadapi Data Inflasi di Tengah Bayang Perang di Timur Tengah
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Penerimaan Pajak Kuartal I-2026 Tumbuh 20,7 Persen Capai Rp 394,8 Triliun
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tak Hanya Kajari Karo, Semua Pihak Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Amsal Sitepu
• 5 jam laludisway.id
thumb
Indonesia-Prancis perkuat sepak bola putri melalui program Next Goal
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.