PADA Senin (6/4) waktu Amerika Serikat, sejarah baru berpotensi tercipta di luar angkasa. Para astronot dalam misi Artemis II dijadwalkan melakukan penerbangan melintasi sisi jauh bulan. Salah satu agenda paling dinantikan dalam perjalanan ini adalah upaya mereplikasi foto "Earthrise" (Terbitnya Bumi) yang legendaris.
Foto asli "Earthrise" diambil oleh awak Apollo 8 pada malam Natal 1968. Foto yang memperlihatkan bola biru Bumi terbit di atas cakrawala bulan yang gersang itu menjadi gambar paling terkenal sepanjang masa. Gambar tersebut tidak hanya sekadar dokumentasi visual, tetapi menjadi simbol kerapuhan planet kita di tengah luasnya semesta dan pemersatu umat manusia di tengah berkecamuknya Perang Vietnam saat itu.
Momen Spontan vs TerencanaBerbeda dengan Apollo 8 di mana foto tersebut diambil secara tidak sengaja, pengambilan gambar bagi kru Artemis II, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, telah masuk dalam jadwal resmi misi.
Baca juga : Astronaut Artemis II Akan Saksikan Gerhana Matahari Total dari Sisi Jauh Bulan
Pada tahun 1968, astronot Bill Anders secara spontan melihat pemandangan luar biasa tersebut dari jendela kapsul saat mereka mengorbit bulan untuk keempat kalinya. Dalam transkrip misi, ia berseru:
"Oh Tuhan, lihat gambar di sana! Itu Bumi muncul. Wah, indah sekali!"
Meskipun Komandan Frank Borman sempat bercanda dengan mengatakan, "Hei, jangan ambil itu, itu tidak terjadwal," Anders tetap mengambil kamera Hasselblad miliknya dan mengabadikan momen yang kemudian mengubah perspektif dunia terhadap lingkungan hidup.
Baca juga : Potret Artemis II: Mengabadikan Keajaiban Ruang Angkasa dari Balik Jendela Orion
Tantangan Teknis yang BerbedaMeskipun bertujuan mereplikasi semangat yang sama, foto dari Artemis II dipastikan akan memiliki karakteristik yang berbeda secara visual. Jika Apollo 8 berada pada ketinggian rendah sekitar 97 kilometer di atas permukaan bulan, kapsul Orion milik Artemis II yang bernama Integrity akan terbang hingga 100 kali lebih tinggi (sekitar 6.430 hingga 9.650 kilometer).
Dari ketinggian tersebut, bulan akan terlihat seukuran bola basket dalam jangkauan lengan, memberikan sudut pandang yang unik. Selain itu, jika dulu Anders menggunakan film warna analog, kru Artemis II kini dipersenjatai dengan kamera digital Nikon D5 yang memiliki fungsionalitas jauh lebih canggih.
Faktor pencahayaan juga menjadi variabel kunci. NASA menyatakan sisi jauh bulan hanya akan mendapat pencahayaan parsial selama flyby.
"Meskipun sisi jauh bulan hanya akan terang sebagian selama terbang melintas, kondisi tersebut akan menciptakan bayangan yang membentang di permukaan, mempertegas relief dan mengungkap kedalaman, punggungan, lereng, dan tepi kawah yang seringkali sulit dideteksi di bawah pencahayaan penuh," jelas pejabat NASA dalam pernyataan resminya.
Pesan Persatuan GlobalSelain membidik "Earthrise", kru juga akan mencoba menangkap momen "Earthset", saat Bumi mulai menghilang di balik cakrawala bulan. Di tengah ketegangan global dan krisis lingkungan saat ini, kembalinya foto ini diharapkan mampu memberikan pengingat tepat waktu bahwa kita semua menghuni satu planet yang rapuh secara bersama-sama. (Space/Z-2)





