Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, angkat bicara usai timnya kembali meraih hasil negatif di Super League 2025/2026. Ia menegaskan bahwa peluang juara belum sepenuhnya tertutup meski situasi yang dihadapi tidak mudah.
Souza tetap mencoba melihat sisi positif di tengah tekanan yang menghampiri skuad Macan Kemayoran. Menurutnya, selama peluang secara matematis masih ada, Persija wajib terus berjuang hingga akhir musim.
Hal itu ia sampaikan setelah skuad asuhannya menelan hasil kurang memuaskan saat menghadapi Bhayangkara FC. Dalam laga pekan ke-26 Super League yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4/2026), Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-3.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Persija sebenarnya mampu tampil kompetitif sepanjang pertandingan. Namun, detail kecil kembali menjadi pembeda yang merugikan tim ibu kota.
Khususnya setelah Macan Kemayoran harus bermain dengan 10 pemain di babak kedua. Hal itu setelah Jordi Amat diusir keluar lapangan akibat diganjar kartu kuning kedua.
Rentetan hasil minor pun terus membayangi Persija dalam beberapa pekan terakhir. Mereka kini tercatat belum mampu meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di kompetisi liga.
Kondisi ini membuat posisi Persija di papan atas klasemen mulai tertekan. Tim berjuluk Macan Kemayoran kini harus bekerja lebih keras untuk menjaga asa dalam perburuan gelar.
Untuk sementara, Persija masih menempati posisi ketiga klasemen Super League 2025/2026 dengan koleksi 52 poin. Mereka tertinggal cukup jauh dari Persib Bandung yang kokoh di puncak.
Selisih sembilan angka dari pemuncak klasemen menjadi tantangan berat yang harus dikejar. Meski demikian, Souza menilai peluang belum sepenuhnya hilang dengan delapan pertandingan tersisa.
"Kalau bicara soal poin, masih ada 24 poin yang tersedia, ada delapan pertandingan lagi di mana 24 poin diperebutkan," ujar Mauricio Souza dalam konferensi pers usai laga, Minggu (5/4/2026).
Ia menyadari bahwa tim yang ingin menjadi juara tidak boleh terlalu sering kehilangan poin. Terlebih, sejumlah laga yang seharusnya bisa dimenangkan justru berakhir dengan hasil kurang maksimal.




