Militer Nigeria menyelamatkan 31 warga yang diculik saat ibadah Paskah di Negara Bagian Kaduna, Minggu (5/4). Mereka menyebut lima dari 31 orang tersebut tewas saat coba diselamatkan.
Penculikan terhadap umat Kristen itu terjadi di sebuah desa yang berlokasi sekitar 100 kilometer di utara ibu kota Abuja.
Insiden itu terjadi meski kepolisian telah meningkatkan keamanan secara masif menjelang perayaan Paskah.
“Melalui respons cepat, pasukan telah berhasil menggagalkan serangan teroris yang berujung pada penyelamatan 31 warga sipil yang diculik selama kebaktian Paskah di desa Ariko,” kata militer dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
“Pasukan terlibat dalam baku tembak dengan para penyerang, memaksa mereka meninggalkan 31 sandera,” lanjut pernyataan tersebut.
Mereka menambahkan, lima korban jiwa tewas akibat serangan para pelaku.
Menurut keterangan militer, penculikan terjadi di sebuah gereja. Namun, laporan media Nigeria menyebut penyerbuan yang berujung penculikan terjadi di dua gereja.
Dalam serangan tersebut, pelaku juga membunuh delapan orang sebelum menculik umat Kristen yang sedang beribadah.
Wilayah Kaduna dikenal sebagai salah satu daerah yang kerap menjadi lokasi operasi bandit dan kelompok bersenjata. Aksi penculikan di wilayah ini biasanya berujung pada permintaan tebusan.
Kelompok bandit di Nigeria juga kerap bekerja sama dengan kelompok ekstremis dalam melakukan penculikan warga.





