Seorang wanita meninggal dunia usai diduga menabrakkan diri ke kereta, dengan cara berbaring di tengah rel sesaat sebelum kereta melintas. Kecelakaan ini terjadi di rel petak jalan Porong-Bangil, tepatnya km 40+900 di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan pada Senin (6/4/2026) dini hari.
Iptu Gagah Ananda Faizal Kanit Laka Polres Pasuruan dalam laporannya mengatakan, kecelakaan melibatkan Commuter Line Surabaya-Pasuruan (Supas) ini diterima kepolisian sekitar pukul 02.48 WIB.
Kronologi kecelakaan berawal dari korban yang awalnya terlihat berjalan di pinggir rel. Namun saat rangkaian kereta sudah dalam jarak dekat, korban tiba-tiba melentangkan badannya di rel.
“Menurut informasi dari Asp Plb 453B (petugas Commuter Line Supas), korban jalan di pinggir rel. Saat KA mau mendekat, korban tiba-tiba tiduran melintang di tengah rel,” ujar Iptu Gagah dalam laporan tertulisnya yang diterima Suara Surabaya, Senin.
Petugas kepolisian dari Polsek Beji bersama Tim Inafis Polres Pasuruan kemudian meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan olah TKP. Setelah berhasil diidentifikasi, korban diketahui merupakan warga setempat inisial AA (26 tahun).
Akibat tabrakan itu, korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sekitar pukul 06.09 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watu Kosek untuk penanganan lebih lanjut.
“Jalur aman dan proses evakuasi berjalan lancar,” tambah Iptu Gagah Ananda Faizal.
Adapun insiden ini sempat mengganggu jadwal perjalanan kereta api di jalur tersebut. Tercatat dua rangkaian kereta mengalami keterlambatan akibat proses penanganan di lokasi kejadian.
Untuk KA Plb 453B Commuter Line Supas terhambat sekitar 8 menit. Sedangkan KA 210 Mutiara Timur terhambat sekitar 17 menit.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang jalur rel kereta api karena sangat membahayakan keselamatan jiwa. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh unit terkait guna penyelidikan lebih mendalam mengenai motif tindakan korban.
PERINGATAN: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Jika Anda memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, jangan ragu bercerita, konsultasi, atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Terlebih apabila pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri.
Untuk konsultasi, Anda dapat menghubungi nomor Hotline Rumah Sakit Jiwa Menur di 031502165. Atau mengakses layanan Love Inside Sucide Awareness (LISA) Kementerian Kesehatan di Call Center 119 atau 081380073120 (WhatsApp). (bil/iss)




