tvOnenews.com - Permasalahan infrastruktur kembali menjadi sorotan Dedi Mulyadi setelah video kondisi jalan rusak parah di Kampung Cadas Leueur, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor viral di media sosial.
Jalan tersebut diketahui merupakan akses utama masyarakat setempat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam video yang beredar, terlihat kondisi jalan yang memprihatinkan. Permukaannya dipenuhi lubang besar, bebatuan, serta tanah yang tidak rata sehingga sangat sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Tak sedikit warga yang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan, baik bagi pengendara roda dua.
Keluhan masyarakat akhirnya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Ia pun langsung merespons cepat laporan tersebut dengan menyampaikan bahwa permasalahan jalan rusak di wilayah Nanggung sudah diteruskan kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Dalam pernyataannya melalui media sosial pribadi, Dedi Mulyadi meminta warga untuk bersabar karena proses perbaikan memang membutuhkan tahapan administratif yang tidak bisa dilakukan secara instan.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Ia memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan sudah menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Buat warga Nanggung Kabupaten Bogor, keluhannya sudah saya terima dan sudah saya sampaikan ke Pak Bupati Kabupaten Bogor. Pak Bupati menjawab bahwa perbaikan sudah dialokasikan dalam APBD 2026 dan saat ini sedang dalam proses lelang,” ujar Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek pembangunan jalan tersebut akan segera direalisasikan setelah proses lelang selesai.
KDM juga menekankan bahwa setiap pembangunan harus dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan.
Kondisi jalan rusak di wilayah Nanggung sendiri memang sudah lama menjadi perhatian masyarakat.
Selain menghambat mobilitas warga, kerusakan jalan juga berdampak pada aktivitas ekonomi.
Distribusi barang menjadi terhambat, biaya transportasi meningkat, dan risiko kecelakaan pun semakin tinggi.
Pemerintah daerah melalui Pemerintah Kabupaten Bogor disebut telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut dalam APBD 2026.
Proses lelang yang sedang berjalan menjadi tahap penting sebelum proyek benar-benar bisa dikerjakan di lapangan.




