Meski IHSG Maret Anjlok 14,42 Persen, OJK Sebut Jumlah Investor Naik 1,78 Juta Pemodal

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi melaporkan, saat IHSG terkoreksi di bulan Maret 2026 seiring eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga komoditas energi dunia, jumlah investor pasar modal justru tercatat meningkat.

Dia menjelaskan, pada saat IHSG di akhir Maret 2026 ditutup di level 7.048,22 atau terkoreksi 14,42 persen secara month-to-month (mtm), jumlah investor baru pasar modal bertambah sebanyak 1,78 juta investor.

Baca Juga :
Bibit Genjot Inovasi Dongkrak Jumlah Investor SBN
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Tak Naik hingga Akhir 2026

"Sehingga totalnya menjadi 24,74 juta (investor), atau tumbuh 21,51 persen secara year-to-date (ytd)," kata Hasan dalam telekonferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK periode Maret 2026, Senin, 6 April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital dan IAKD Hasan Fawzi.
Photo :
  • Raden Jihad Akbar/VIVA.

Dia menambahkan, secara keseluruhan resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga. Hal itu dapat dilihat dari investor asing yang membukukan net sell mencapai Rp 23,34 triliun, imbas transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 433,16 atau terkoreksi 2,03 persen (mtm) dan 1,74 persen (ytd), seiring meningkatnya persepsi risiko akibat ketidakpastian global. Kemudian di pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor non-residen tercatat membukukan net sell Rp 21,80 triliun.

Hasan menambahkan, industri pengelolaan investasi pada Maret 2026 juga bergerak searah dengan tren pasar, meski dengan penurunan yang dinilai lebih moderat.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) untuk reksa dana tercatat sebesar Rp 695,71 triliun atau terkoreksi 2,51 persen (mtm), namun masih tumbuh positif 3,02 persen (ytd). Terjaganya kinerja NAB ditopang oleh net subscription (ytd) yang tercatat signifikan, yakni sebesar Rp29,12 triliun.

Selain itu, lanjut Hasan, pasar modal juga dinilai masih menjalankan fungsi penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga akhir Maret 2026, nilai fundraising korporasi di pasar modal secara ytd telah mencapai Rp 51,96 triliun, dengan 53 rencana penawaran umum yang saat ini berada dalam pipeline.

Sementara pada penggalangan dana melalui securities crowdfunding (SCF), nilai dana yang dihimpun pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp 18,07 miliar. Lalu di pasar derivatif keuangan, volume transaksi mencapai 34.480 lot dengan frekuensi transaksi sebanyak 308.260 kali.

Baca Juga :
Bos OJK Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah ke 3 Kanal Utama Sektor Jasa Keuangan RI
Italia Batasi Pasokan Avtur Imbas Perang di Timur Tengah
IHSG Dibuka Memerah Berpotensi Rebound, Bursa Asia dan Wall Street Menguat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Safari Dubes Iran ke Tokoh Nasional Berlanjut, Apa Maknanya?
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Red Flag di Tempat Kerja yang Sering Dianggap Sepele
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Lonjakan Kendaraan Selama Libur Paskah, 111 Ribu Mobil Melintas di GT Cikampek Utama
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Studi Ungkap Alasan Kenapa Bule Cebok Pakai Tisu Bukan Air
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
B50 Mulai 1 Juli 2026, Bahlil Pastikan Uji Coba Hampir Rampung
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.