IRGC Iran Ancam Bom Data Center ProyeK Stargate Trump di Abu Dhabi

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikabarkan mengancam akan mengebom pusat data Al Stargate di Uni Emirat Arab (UAE). Proyek Stargate diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal tahun lalu, yang diharapkan memiliki dampak besar bagi inovasi Artificial Intelligence (AI).

IRGC telah merilis video yang mengancam akan menyerang pusat data Al Stargate 1GW di Uni Emirat Arab. Dalam video, IRGC menampilkan citra satelit untuk mengungkapkan lokasi data center di gurun.

Storgato UAE adalah klaster komputasi Al utama yang direncanakan sebagai salah satu yang terbesar di luar AS, dengan fase awal 200MW pada 2026 yang akan meningkat menjadi 1GW. Proyek ini didukung oleh Softbank Jepang, raksasa teknologi Amerika seperti Oracle, Cisco, Nvidia, OpenAl-dan G42 UEA. 

Tindakan ini dikatakan sebagal sinyal penargetan asimetris eset teknologi Barat bernilai tinggi di Teluk di tengah ketegangan regional, yang mengekspos kerentanan strategis pusat data di luar situs militer tradisional

"Jika AS melanjutkan ancamannya terkait fasilitas pembangkit listrik Iran, tindakan balasan berikut akan segera diberlakukan. Semua pembangkit listrik, infrastruktur energi, dan teknologi informasi dan komunikasi rezim Zionis, dan semus perusahaan serupa di kawasan ini yang memiliki pemegang saham Amerika, akan menghadapi pemusnahon total," kata juru bicara markas besar Khatam al-Anbiyo Iran dalam pesan video.

Video tersebut juga menampilkan teks: "Tidak ada yang tersembunyi dari pandangan kita, meskipun disembunyikan oleh Google."

Kemudian video itu menunjuk ke lokasi Stargate di Uni Emirat Arab dan menampilkan foto para CEO Amerika dari perusahaan-perusahaan mitra utama proyek tersebut, termasuk Nvidia. OpenAl, Microsoft, dan Goldman Sachs.

Presiden AS mengumumkan proyek Stargate pada hari pertama menjabat di Gedung Putih. la mengatakan bahwa proyek ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja bagi warga Amerika.

Perjanjian Stargate diumumkan pada Mei 2025 selama kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Uni Emirat Arab. Menurut Departemen Perdagangan AS, ini menandai penyebaran pusat data terbesar di luar Amerika Serikat.

Proyek ini memperluas jejak perusahaan Al dan cloud Amerika di Timur Tengah. OpenAI, Nvidia, Cisco, dan perusahaan lokal terkemuka G42 merupakan bagian dari pengumuman pemerintahan Trump untuk proyek Stargate.

"Dengan memperluas jangkauan teknologi Amerika yang terkemuka di dunia ke mitra strategis penting di kawasan ini, perjanjian ini merupakan tonggak penting dalam mencapai visi Presiden Trump untuk dominasi Al AS,” kata Menteri Perdagangan Howard Lutnick dalem pernyataan pada pengumuman tersebut.

UEA juga mengatakan ingin menjadi pemimpin global dalam AI pada 2031.

Video peringatan itu menyusul ancaman sebelumnya dari IRGC yang memperingatkan akan menargetkan perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di Timur Tengah, termasuk Microsoft, Apple, Google, dan Meta.

Peringatan tersebut, serupa dengan yang dikeluarkan pada Maret, ditujukan kepada 18 perusahaan AS, termasuk perusahaan teknologi dan keuangan. Peringatan ini menyebut perusahaan-perusahaan ini sebagai perusahaan teroris dan menuduh mereka melakukan spionase untuk pemerintah AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ancam Serang Infrastruktur Vital Iran, Desak Pembukaan Selat Hormuz
• 13 jam lalumatamata.com
thumb
Dituduh Danai Roy Suryo, Jusuf Kalla Klaim Tak Kenal Rismon
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Memahami Teknologi Baterai Mobil Hybrid, Ini 9 Hal Penting yang Perlu Diketahui
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Wamen Ekraf Tantang Generasi Muda Bangun Ekosistem Teater Musikal Kelas Dunia
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DPR Wanti-wanti "Abuse of Power" di RUU Perampasan Aset
• 37 menit lalukompas.id
Berhasil disimpan.