Ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh lima persen pada 2026, di tengah gejolak harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.
IDXChannel - Ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh lima persen pada 2026, di tengah gejolak harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.
Menurut laporan ASEAN+3 Regional Economic Outlook 2026 yang dirilis oleh ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) pada Senin (6/4/2026), produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5,1 persen pada 2027.
ASEAN+3 terdiri dari 11 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ditambah China, Jepang, dan Korea Selatan (korsel).
Untuk ASEAN, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sedikit melambat menjadi 4,6 persen pada 2026, sebelum meningkat menjadi 4,8 persen di 2027.
"Pada 2026, dampak tarif diperkirakan akan terwujud dan meredam aktivitas eksternal, sementara permintaan domestik juga diperkirakan akan tetap lemah di beberapa negara, terutama Thailand dan Filipina," kata laporan itu.
"Hambatan ini sebagian akan diimbangi oleh permintaan domestik yang kuat
di tempat lain di ASEAN, didukung oleh investasi yang kuat dan konsumsi swasta yang tangguh," katanya.
Untuk ASEAN+3 secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat menjadi 4,0 persen pada 2026 dan 2027.
Di sisi lain, inflasi di kawasan diprediksi naik tajam menjadi 1,4 persen pada 2026 dari 0,9 persen tahun lalu, terutama akibat lonjakan harga energi. (Wahyu Dwi Anggoro)





