Perwakilan WHO Indonesia Setiawan Jati Laksono menyebut, Indonesia termasuk dalam kelompok negara dengan beban kasus Tuberkulosis (TBC) tinggi secara global. Menduduki posisi kedua kasus TBC terbanyak di dunia.
“Dari peta global, Indonesia berada di peringkat kedua setelah India. Delapan negara menyumbang sekitar 67% kasus TB dunia, dan Indonesia termasuk di dalamnya,” kata Setiawan dalam Konferensi Pers Hari TB Sedunia 2026 di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, secara global, masih terdapat kesenjangan besar dalam penemuan kasus TBC. Dari sekitar 10,7 juta kasus setiap tahun, masih ada sekitar 2,4 juta kasus yang belum terdeteksi.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyebut, jumlah kasus TBC di dalam negeri masih sangat tinggi.
“Diperkirakan ada 1.090.000 kasus TB di Indonesia. Yang sudah diobati sekitar 867.000 kasus, artinya masih ada hampir 300.000 kasus yang belum ditemukan,” ujar Benjamin.
Menurutnya, kasus yang belum terdeteksi ini menjadi tantangan utama karena berpotensi terus menularkan penyakit ke masyarakat luas.
“Selama kasus TB masih ada, penularan akan terus terjadi. Ini yang harus kita kejar, bagaimana menemukan dan mengobati semua kasus,” katanya.
Indonesia menjadi negara kedua setelah India dengan kasus tuberkulosis terbanyak di dunia, disusul Filipina, China, Pakistan, Nigeria, Kongo, dan Bangladesh.





