Polisi masih menyelidiki kasus mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berinisial MZ yang tertangkap tangan merekam dosen perempuan di dalam toilet. Penyidik Polda Banten mengamankan flashdisk hingga handphone terkait kasus tersebut.
"Penyidik menerima dari pelapor itu berupa pakaian yang digunakan saat kejadian, ada flashdisk berisi video yang diduga direkam saat kejadian, ada handphone yang digunakan untuk me-record, kemudian ada hasil visum yang dinyatakan oleh medis bahwa terjadi dugaan kekerasan kepada korban yang diduga saat pelapor teriak dan mencoba menangkap terduga pelaku terjadi perlawanan," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea di Polda Banten, Senin (6/4).
Namun Maruli mengaku, dirinya belum bisa membeberkan isi video-video yang ada di dalam flashdisk tersebut, termasuk adanya korban lain yang turut direkam lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku.
"Kita belum bisa menyimpulkan tentang itu (ada korban lain), masih berproses. Nanti akan di-update apakah ada video-video lain yang di-record di tempat itu (toilet Untirta) atau di tempat lain," ujarnya.
Motif pelaku melakukan aksinya tersebut juga masih belum diketahui. Ia masih menunggu hasil pemeriksaan pelaku oleh penyidik Dirreskrimum Polda Banten.
"Jadi sampai hari ini kita belum memeriksa terduga pelaku, namun kita sudah layangkan surat panggilan. Kita usahakan Minggu ini. Dan terduga pelaku kita akan dalami soal motif dan kemungkinan adanya korban lain," kata Maruli.
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa Untirta berinisial MZ diduga telah melakukan tindak pelecehan seksual dengan merekam seorang dosen perempuan di sebuah toilet kampus pada Selasa (31/3) lalu.
Sebelumnya MZ tertangkap basah saat merekam seorang dosen perempuan berinisial LK di toilet. Korban pun melaporkan pelaku ke Polda Banten pada 2 April 2026. Adapun
Respons UntirtaSub Koordinator Humas dan Protokol Untirta, Adhitya Angga Pratama, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya telah menerima laporan korban dan langsung melakukan penanganan.
"Korban sudah melapor ke Satgas PPKS dan mendapatkan pendampingan, baik secara psikologis maupun pendampingan untuk pelaporan ke kepolisian," ujar Adhitya.
Ia mengaku, sampai saat ini pihaknya baru menerima laporan dari satu korban dan masih melakukan pengembangan karena dikhawatirkan masih ada korban lainnya.
"Untuk pelaku, saat ini semuanya sudah ditangani oleh Satgas PPKS Untirta," ujarnya.
Kesaksian Presiden Mahasiswa UntirtaPresiden Mahasiswa Untirta, Muhammad Ridham, mengatakan perbuatan pelaku diketahui langsung oleh korban saat sedang merekam dari sela-sela toilet kampus dan korban menangkap tangan pelaku.
"Korban melihat langsung, lalu mencegat dan mengamankan pelaku," kata Ridham.
Ridham mengatakan, saat itu pelaku sempat mencoba melarikan diri sehingga korban berteriak dan membuat mahasiswa lain serta sekuriti kampus berdatangan dan langsung mengamankan pelaku.
Saat itu, pelaku sempat mengaku bukan mahasiswa. Namun setelah dicek isi ponsel pelaku, ditemukan video rekaman para korban saat berada di toilet.
"Setelah dibuka, di dalam ponsel pelaku terdapat banyak dokumen dan video yang mirip dengan kejadian tersebut," ucapnya.





