Driver Taksi Online Lecehkan Penumpang, Pelaku Ngaku Iseng Terpengaruh Narkoba

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengemudi taksi online bernama Wendy Arie Harjanto (39) jadi tersangka pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan berinisial SKD (20).

Polisi menyebutkan, aksi tersebut dilakukan karena “iseng”, serta diduga dipengaruhi konsumsi narkotika jenis sabu yang digunakan pelaku sehari sebelum kejadian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Hermanto mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan motif pelaku hanya mencoba-coba. Kondisi psikologis pelaku juga diduga terpengaruh penggunaan narkoba.

“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan (motifnya) karena iseng dan mencoba-coba, yang bersangkutan bisa juga dalam pengaruh narkoba,” ujar Budi kepada Kompas.com, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Sopir Taksi Online di Gambir Jadi Tersangka Pelecehan Penumpang, Langsung Ditahan

Saat ini Wendy telah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan dengan ancaman kekerasan. Ia ditahan di Rutan Polda Metro Jaya sambil penyidik melengkapi berkas perkara.

Wendy dijerat dengan Pasal 414 KUHP tentang pencabulan paksa dengan ancaman kekerasan serta Pasal 5 dan Pasal 6 huruf (a) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Ia terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara dan/atau denda Rp 50 juta.

Selain itu, polisi juga menemukan bahwa Wendy telah mengonsumsi narkotika sejak November 2025. Direktorat Reserse Kriminal Umum PPA Polda Metro Jaya kini berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba terkait penanganan kasus tersebut.

“(Terkait penyalah gunaan narkoba), sedang dikomunikasikan dengan Ditresnarkoba,” kata Budi.

Kronologi kejadian

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan menjadi korban pelecehan seksual saat menumpangi taksi online. Kasus ini viral di media sosial pada Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa terjadi pada 14 Maret 2026 sekitar pukul 15.40 WIB saat perjalanan dari Stasiun Gambir menuju sebuah hotel di Jakarta.

"Sejak awal, driver sering ngajak ngobrol basa-basi. Kesannya semakin ke sini, malahan semakin ke mana-mana pertanyaannya,” ujar korban kepada Kompas.com.

Baca juga: Korban Pelecehan Sopir Taksi Online di Gambir Dicekik Saat Rekam Aksi Pelaku

Korban mengaku mulai merasa tidak nyaman hingga akhirnya merekam situasi di dalam mobil. Dalam perjalanan, pengemudi diduga menghentikan status perjalanan di aplikasi dan membawa mobil ke jalan yang sepi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Korban menyebut pengemudi tiba-tiba berpindah ke kursi belakang, menyekap, serta meminta password ponsel dengan ancaman akan menembak jika tidak dituruti. Saat kejadian, warga sekitar mendekati mobil setelah mendengar suara gaduh.

"Akhirnya saya diamanin sama satpam gedung di sekitar situ,” kata korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto Penanganan Parkir Liar Diduga Hasil AI, Pramono Minta Lurah Diperiksa
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Demi Efisiensi, Gus Ipul: Perjalanan Luar Negeri Kemensos 0 Persen
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Komdigi Sebut Rating Gim di Steam Tidak Resmi, Berpotensi Langgar Ketentuan
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Militer Nigeria Selamatkan 31 Orang yang Diculik saat Ibadah Paskah
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Iklan Film Horor “Aku Harus Mati” Meresahkan, Pemprov DKI Jakarta Turunkan Seluruh Balihonya 
• 10 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.